Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Tampilkan postingan dengan label lifeguide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifeguide. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2015

10 Langkah Pesta Nikah Murah

Gambar diambil dari sini

Hidup itu sederhana, yang hebat hanya tafsiran-tafsirannya.
Begitulah prinsip hidup Pramoedya Ananta Toer, novelis legendaris yang pernah menjadi kandidat peraih nobel sastra dari Indonesia. Saya pun demikian. Menyukai hal-hal yang sederhana, tak berlebihan, karena begitupun yang diajarkan oleh agama Islam. Ajaran yang saya anut.
Dalam prinsip ini, tentu saja harus sejalan dengan kehidupan. Termasuk, diantaranya, dalam penyelenggaraan pesta pernikahan.

Dalam tulisan berikut, saya ingin berbagi dengan teman-teman tentang bagaimana cara meminimalisir biaya pernikahan dengan pesta yang meriah, namun, terjangkau dan menyenangkan semua pihak.

Pernikahan adalah hari yang sangat dinanti-nanti bukan?

Berikut saya rangkum, 10 LANGKAH MUDAH yang bisa teman-teman ikuti untuk menyelenggarakan pesta pernikahan murah tanpa wedding organizer.

1) Tunangan All-In
Kebetulan, saya adalah orang Jawa. Adat Jawa tidak mengenal tunangan, tapi, lamaran. Lamaran adalah proses penjajakan kedua keluarga sekaligus meminta persetujuan pihak yang akan dinikahkan. Namun, supaya lebih memudahkan ke depannya, kami memutuskan untuk tukar-cincin juga (tunangan). Cincin ini juga yang akan jadi cincin kawin di kemudian hari. Tinggal dipindahkan saja dari jari manis kiri ke jari manis kanan. Hemat nan pantas, bukan?


Gambar diambil dari sini

2) Pesta di Salah Satu Pihak
Dalam budaya Jawa, ada dua pesta, pesta pernikahan di pihak perempuan dan pesta pernikahan di pihak laki-laki, istilahnya “ngunduh mantu”. Padahal, jika pesta di salah satu pihak saja, itu cukup menghemat anggaran. Keduabelah pihak, laki-laki dan perempuan, dapat saling dukung perihal dana dan tenaga.
Kalau kami, hanya pesta di satu pihak saja, sedangkan di pihak laki-laki diadakan tasyakuran sembari pengajian saja. Kebetulan, suami memang anak terakhir yang menikah, kedua adik perempuannya sudah nikah duluan. Jadi, tidak ada masalah. Ingat, selalu musyawarah ya :)


Foto dok. pribadi

3) Atur Anggaran Pesta

Pesta tanpa anggaran ibarat maju ke medan perang tanpa senjata. Ini sangat penting. Karena segala pernak-pernik yang dibutuhkan sewaktu perencanaan kelak akan sangat menipu. Sisihkan 10%-20% dana tak terduga untuk menutup biaya.

Gambar diambil dari sini

4) Buat Ceklist dan Dateline
Sudah tau apa saja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan? Jika belum, silakan unduh dokumen ini. Saya sempat catat apa saja yang diperlukan untuk tetek-bengek pesta pernikahan, mulai browsing-browsing maupun nanya teman-teman yang sudah nikah duluan.
Ceklist dan dateline ini sangat penting dalam mempersiapkan pesta pernikahan supaya keep in track. Saya dulu persiapan pestanya tiga bulan, dan itu rasanya cepat sekali lho! Watch your dateline, ya!
- Unduh GRATIS Ceklist Excel Di Sini
- Unduh GRATIS Label Undangan Di Sini

Gambar diambil dari sini

5) Cari Vendor
Vendor adalah jantung dari sebuah event, setelah konsep dan anggaran. Mengapa? Sekalinya kita menemukan vendor yang pas di hati, baik secara jalinan kerjasama maupun biaya, ini akan menyukseskan event.
Gambar diambil dari sini

6) Urus Surat Nikah  
Setelah mempersiapkan semuanya, selalu ingat,H-30 kalau bisa usahakan mengurus surat nikah. Bagaimana caranya? Ikuti langkah berikut ini ya-> KUA Benowo
Saya sendiri mengurus persyaratan ini tidak lebih dari 5 jam, mulai dari RT/RW dan tentu saja, GRATIS! :)

Foto dok.pribadi

7) Asah Kreativitas
Menghelat pesta pernikahan artinya harus kreatif. Untuk itulah, orang-orang yang tak mau terlalu repot dan punya dana bisa membayar wedding organizer. Jangan khawatir. Ada jutaan situs di internet yang bisa bantu kamu untuk mencari inspirasi mulai dari design cincin kawin, design undangan, cara bikin undangan online gratis, cara make up dan hair-do/ hijab-do, model gaun terkini, sampai bagaiman cara berpose dengan kamera jepretan tripod namun terasa profesional. Ini tentu sangat menghemat budget pernikahan.

Gambar diambil dari sini

8) Manajemen Event Mandiri
Kreatif artinya berdaya mandiri dan penuh ide. Kalau saya, tentu saja memanajemen event mandiri (dibantu keluarga). Silakan download ceklist pada point no. 4 dan tambahkan sesuai kebutuhan. Pesta pernikahanmu tentu dapat berjalan lancar, sesuai budget.

Gambar diambil dari sini

9) Perawatan Pranikah Di Rumah
Siapa bilang perawatan pra-nikah harus berbiaya selangit? Untuk perempuan yang sudah terbiasa dengan do-it-yourself treatment seperti saya, perawatan pranikah cukup dilakukan di rumah. Ada jutaan tips di internet untuk hal ini, salah satunya adalah: Skin Beauty Care, Crazy Indian Wedding, Style Craze dan masih banyak lagi.
Saya sendiri sudah rutin menggunakan masker dan lulur seminggu sekali, bahkan sejak kelas 2 SMP! Hehe... Jadi, jangan khawatir, perawatan di salon itu mahal di jasa kok. Bahan-bahan serupa banyak ditemukan di supermarket terdekat dan tentu saja, dengan bantuan saudara, kamu bisa melakukan perawatan ala spa di rumah. Mudah dan murah.

Gambar diambil dari sini

10) Minta Bantuan Saudara/ Sahabat
Last but not least, minta bantuan saudara dan sahabat. Tanpa mereka, kita bukanlah apa-apa. Tentu saja diiringi doa ya, supaya pesta pernikahanmu dari A-Z bisa optimal. Di Jawa, ada istilah “Rewang”. Tradisi turun temurun yang mengakrabkan sanak-saudara untuk bahu-membahu membantu segala persiapan hajatan. Dan ini sifatnya take-and-give, siapa yang sering ‘rewang’, dia juga yang akan ‘direwangi’. Menjadi makhluk sosial yang seutuhnya memang harus mengenal dan menjaga silaturahim dengan tetangga dan saudara, sehingga, kelak, kita akan dimudahkan.

Gambar diambil dari sini

Good luck untuk persiapan pernikahannya ya!
Selalu cek-ricek dan berdoa.
Semoga tulisan ini membantu!

Love,
Shei


Rabu, 21 Januari 2015

Tai Kucing Rasa Coklat

Gambar diambil dari sini

Ibarat petuah urban-legend tentang cinta yakni “tai kucing rasa coklat”, begitu pula kami menjalani hari-hari sebagai suami istri. Kalau dulu pernah ilfeel sama gebetan yang melakukan perbuatan tidak senonoh, misal, kentut sembarangan, pasti kita sudah kehilangan hasrat ingin mendekat, kan?

Ini tidak berlaku ketika menjalani kehidupan rumah tangga.

Baik-buruk pasangan sudah seperti mata koin yang menjadi satu kesatuan.

Saya yang ceroboh dan tidak sabaran ini harus bisa diterima apa adanya oleh suami yang penyabar, namun saklek dalam beberapa hal dan suka mengkritik istrinya yang, kalau sedang bad-mood, bakal ngambek, tentunya.

Namun, banyak hal istimewa setiap hari yang menjadi harta-karun tak ternilai dalam memahami pasangan lagi dan lagi. Pembelajaran tentang kehidupan disertai gesekan yang kadang menyulut bara amarah, kadang malah bikin enak #eh, sudah menjadi bumbu rumah tangga.

Yang pasti, bumbu-bumbu ini seharusnya tak mengubah cita rasa menu utama: ketakwaan dalam beribadah. Bukankah, menikah itu menyempurnakan separuh iman?

Jadi, apa yang kita lakukan setiap hari, sebagai suami-istri, sebetulnya memiliki nilai ibadah, kalau niat kita lurus karena Allah.

Sedikit cerita, pernah suatu hari, ketika suami hendak berangkat kerja, sepatunya kena tai kucing. Padahal, ia sedang terburu-buru, karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul tujuh. Satu jam lagi ia sudah harus tiba di kantor, belum kalau kena macet.

Mungkin, bagi sebagian orang, insiden kecil begini sudah bikin rusak hari. Bagaimana tidak, sudah terburu-buru kok masih harus bersihin tai kucing yang nempel di sepatu kulit yang awalnya hitam mengkilat karena disemirin istri tiap hari.

Tapi suamiku tidak.

Ia tidak marah. Hanya menunjukkan padaku, lalu dibersihkan sendiri. Kemudian ia menyemirnya, lalu menyeruput teh hingga habis setengah, kemudian pamit kerja seperti biasa.

Sesampainya di kantor, ia mengirimiku pesan sngkat yang mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai dengan selamat, hanya telat 3 menit, dan memberitahu kalau akan menelepon beberapa saat lagi.

Ketika kuangkat teleponnya, ia hanya pamit akan pergi dinas ke Banjarmasin besok, lalu sedikit mengungkit kejadian tadi pagi.

Sebagai istri, sebenarnya aku malu dan merasa lalai karena tidak memeriksa sepatunya terlebih dahulu. Biasanya, setelah membuatkan teh dan menyiapkan bekal, aku menyemir sepatunya. Aku menikmati mengabdikan diri sebagai istri seperti itu, seperti yang dilakukan ibuku. Seperti yang dianjurkan ajaranku. Fitrah istri sebagai pelengkap suami, karena, suami juga punya tanggung jawab lain kepada istrinya. Hubungan timbal balik seperti ini tidak seharusnya dihitung untung-rugi. Tapi, lagi-lagi, sebagai bentuk ketakwaan sesuai perintah agama.

Sebetulnya, aku merasa malu dan jengkel pada diri sendiri. Ini yang menyebabkan aku agak marah (karena denial) ketika suami menunjukkan ada tai kucing di sepatunya.

Apakah aku kemudian tersinggung dan mengira ia menyindirku?

Tidak (awalnya iya).

Aku meminta maaf atas kelalaianku, tentu saja setelah kejadian itu berlalu.

Akibatnya adalah, suamiku malah bilang, kalau insiden itu bukan apa-apa, dan bukan atas kelalaianku. Cuma cobaan kecil di pagi hari supaya sabar (Oh, aku sangat mencintainya). Dan benar saja, ia bisa sabar. Meski ia mengaku, awalnya ia sangat ingin marah, entah ke siapa, karena jengkel dan terburu-buru.

Betapa menyenangkan memiliki partner hidup yang bijak seperti itu. Aku sangat bersyukur.
***
Menjalani rumah tangga, ibarat, menjalani titian jembatan yang harus dilakukan berdua. Jika tidak, keseimbangan akan goyah, kita pun akan terjatuh, dan mati. Pengekangan ego dan toleransi tinggi sudah harus dijalankan sejak hari pertama mengarungi bahtera hidup bersama. Selain itu, niat awal, Lillahi ta’ala, bisa menjadi modal utama jika kelak, ada cek-cok kecil mewarnai keseharian.

Selalu ingat Allah dalam setiap langkah kita berumah tangga.

Kami pun selalu belajar setiap hari, memperbaiki niat berulang kali, dan menyempurnakannya lagi dan lagi, tiada putus.

Apapun yang dilakukan istri kepada suami dan suami kepada istri adalah bentuk ibadah, sedangkan pengingkarannya adalah pengkhianatan tak hanya ke pasangan tapi juga pada Allah.

Jika hal itu menjadi tonggak utama, niscaya, bumbu-bumbu rempah dalam membina rumah tangga benar-benar sebagai penyedap saja, tanpa mengurangi cita rasa menu utama tadi.

Senyumnya istri, ibadah. Berhiasnya istri untuk suami, ibadah. Memasak untuk keluarga, termasuk ibadah. Mengandung, melahirkan, merawat, hingga membesarkan anak, terhitung ibadah juga. Inilah mengapa, menikah memang menyempurnakan separuh iman. Ingat ya, separuh, lho. Bukan hanya sebagian saja. Betul-betul 50%, InsyaAllah. Betapa mulianya pernikahan, betapa mudahnya menegakkan ibadah dan mencintai Allah.

Sudah siap?

Rabu, 25 Juni 2014

13 Jurus Antisipasi Pedofil


(picture taken from here)

Memiliki anak memang anugerah tersendiri. Tapi, ini juga menjadi alarm para orang tua untuk selalu waspada. Pelecehan terhadap anak kian meningkat, Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan bahwa jumlah kasus kekerasan seksual pada anak meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2012 jumlahnya 124 kasus, tahun 2013 mencapai 1,937 kasus. Untuk tahun 2014, sudah mencapai 200 kasus dengan jumlah korban hampir hampir 300 anak (baca berita ini)

Apakah anak anda aman?

Jawabannya mungkin, belum tentu. Iya. Jurus antisipasi harus selalu di-upgrade seiring makin canggihnya modus kasus kejahatan terhadap anak. Salah satu yang menjadi fokus keprihatinan saya adalah tentang “kejahatan seksual”, dan sebagai antisipasi, para orang tua seharusnya memang mengajarkan 13 Jurus Antisipasi Pedofil berikut ini pada anak:

1. Ingatkan anak anda (terutama perempuan) untuk TIDAK DUDUK DIPANGKU oleh siapapun, bahkan oleh paman sendiri.

2. Hindari berganti pakaian/ telanjang dihadapan anak-anak sejak usia mereka baru 2 tahun. Bergantilah di ruang privat. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak, hindari memandikan mereka/ mengganti pakaian di tempat umum.

3. Jangan pernah perbolehkan siapapun memanggil anak anda dengan sebutan “istriku” atau “suamiku”

4. Jika anak anda bermain dengan teman-temannya, selalu perhatikan apa yang mereka mainkan. Anak-anak sekarang pun bisa menjadi pelaku perkosaan (baca berita ini)

5. Jangan pernah memaksa anak untuk mengunjungi orang dewasa yang mereka tak sukai (kemungkinan ada hal tertentu yang buat mereka tak nyaman). Observasi, ajak anak bicara dan lakukan aksi yang perlu.

6. Curigai jika anak anda terlalu lengket dengan orang tertentu. Masih, observasi, ajak anak bicara dan lakukan aksi yang perlu.

7. Lakukan edukasi untuk anak anda tentang seksualitas. Jika tidak, maka, masyarakat yang akan berikan edukasi delusional dan nilai-nilai yang salah.

8. Selalu lakukan inspeksi terlebih dahulu terhadap bacaan/ tontonan baru anak-anak anda.

9. Yakinkan bahwa “Mode Panduan Orang Tua” selalu aktif di TV kabel/ internet anda, dan pastikan di lingkungan terdekat yang biasa anak-anak kunjungi juga.

10. Ajari anak usia 3 tahun untuk melakukan sendiri aktivitas “cebok” dan “mandi”. Beritahu mereka untuk tidak membiarkan orang dewasa lain melakukannya (bahkan anda sendiri).

11. Blacklist beberapa hal yang dapat membahayakan kejiwaan anak anda seperti musik, film, bahkan teman-teman/ keluarga yang suka membully.

12. Ajari anak untuk mengerti bahwa, sesekali mereka harus keluar dari mainstream, jika memang nilai-nilai mereka terganggu.

13. Jika anak anda mulai komplain terhadap perlakuan seseorang, lakukan aksi dan tunjukkan bahwa anda adalah orang tua yang dapat dipercaya dan diandalkan.

Silakan diteruskan ke para orang tua lainnya ya jika informasinya dirasa perlu. 
Have a nice day =)

Disadur dari: berbagai sumber

Jumat, 02 Mei 2014

Bagaimana Cara Mengunggah Foto Anak?

Courtesy of http://styledstagedsold.blogs.realtor.org/ 

Sebagai orang tua, pasti normal kalau ingin mendokumentasikan fase perkembangan anak-anaknya. Ibu saya pun begitu. Bedanya adalah, ibu saya memiliki album foto sebesar A3 dan terletak di lemari kaca berkunci, sehingga, siapapun yang ingin melihatnya harus meminta izinnya dulu. Tapi sekarang? Para ibu-ibu sudah bisa bebas mendokumentasikan foto anak-anak mereka ke media sosial seperti facebook, twitter, path, pinterest, dan lain sebagainya. Lalu saya penasaran, apa mereka nggak was-was, yah? Gimana kalau foto anak mereka disalahgunakan? Rasa penasaran saya ini muncul (dengan kuatnya) setelah santer kasus pedofilia di internet dewasa ini. Tak berhenti disitu, rasa penasaran saya berikutnya adalah “Lah? Memangnya salah ya? Mengunggah foto anak ke internet?

Dan, akhirnya, setelah saya baca-baca artikel di parents.com, saya menemukan tips-tips berikut ini:

Kenali Setting Keamanan Sosial Media Anda
Punya sosial media, tentu kudu paham bagaimana media tersebut bekerja. Mintalah bantuan teman anda untuk mengajari bagaimana mengeset “privacy setting" atau setting keamanan supaya bisa dilihat “hanya oleh teman anda”, atau mungkin hanya bisa dilihat oleh orang tertentu, termasuk “hanya oleh anda sendiri”.
Misal di facebook, setelah klik “unggah foto”, aturlah siapa yang bisa melihat foto tersebut.

Foto 1: Cara Mengeset Setting Keamanan

Menurut Common Sense Media, organisasi yang menyediakan informasi dan pendidikan tentang anak dan media, tidak masalah jika anda ingin mengunggah foto anak. Asalkan, foto tersebut hanya bisa dilihat oleh orang-orang lingkaran terdekat (nah kan, atur privace setting anda ya!)

Gunakan Penanda Foto (Watermark)
Watermark adalah penanda foto. Gunanya untuk klaim foto tersebut milik anda dan tidak bisa disalahgunakan oleh pihak lain.

Dewasa ini, sangat mudah memberi penanda foto, silakan unduh aplikasi di playstore untuk Photo Grid,  Pics Art atau semacamnya di ponsel untuk mengedit foto anda. Jika anda mengunggah pada PC, anda bisa kunjungi Fotor.com untuk mengedit foto kesayangan anda.

Saya bekerja di sebuah perusahaan CSR, dan saya sering mengunggah foto menggunakan penanda fotoseperti ini, anda pun sudah harus mencobanya!

Foto 2: Contoh foto dengan watermark

Perkecil Resolusi
Resolusi mempengaruhi kualitas foto. Semakin kecil resolusi, semakin kecil pula resiko foto anak anda disalahgunakan untuk keperluan marketing (kadang-kadang ada agency nakal yang suka comot foto di internet). Belum lagi, ancaman foto anak anda dicetak dan diperbesar lalu dipajang di kamar predator sebagai objek kepuasan seksual. Mengerikan, kan?

Matikan Geo-Tag atau Pencari Lokasi di Ponsel Anda
Pamer lokasi memang hal yang sangat penting demi eksistensi (saya juga melakukannya). Tapi, jika foto yang akan diunggah adalah foto anak, maka, sebaiknya fitur geo-tag atau pencari lokasi di ponsel anda dimatikan saja. Tidak hanya membahayakan sebagai target stalking, namun, hal ini juga memicu kemarahan orang tua lain jika dalam foto tersebut terdapat foto anak mereka. Keamanan dan privasi mereka bisa saja terancam. Mulai bijak ya menggunakan fitur-fitur ponsel andalan.

Hindari Ekspos Wajah Anak & Alat Vitalnya
Seganteng atau Secantik apapun anak anda, mereka tentu akan terpapar ancaman yang sangat tinggi jika overekspos (bahkan, anda sendiri juga bisa mengalaminya). Bisa jadi, para predator berhasrat pada mereka, atau para penculik jadi berkeinginan untuk menjual mereka. Bukankah itu adalah bahaya yang mubazir energi? Memang terlihat berlebihan, tapi jangan sampai kita jadi tidak antisipasi terhadap hal ini. Orang kadang lebih suka menyesal daripada mewanti-wanti diri. Bukankah kita tak mau kalau kebanggaan sedetik tersebut bisa merusak masa depan anak selamanya, kan? Saran saya, sebaiknya ambil jarak foto anak dengan jarak sedang atau jauh, lalu hindari foto-foto close-up dan tentu saja foto-foto telanjang anak. Memang sih, foto bayi yang baru mandi itu lucu, tapi apakah kelucuan itu ditangkap sefrekeunsi oleh predator anak? Lalu, plis deh ya….nggak perlu juga foto penis anak yang baru disunat (akhir-akhir ini saya melihat ada yang posting foto penis anaknya yang menjijikkan). Dear mom and dad, please be wise :)

Semoga bermanfaat tips-tips di atas.

Silakan disebarkan jika perlu.

Salam sayang,
Shei.

Senin, 28 April 2014

Mencintai Anak dengan Didikan yang Benar*



Menjadi orang tua berarti menjadi individu yang tak lagi egois. Karena, pada fase tersebut, kita sudah dititipi buah hati yang harus diasuh dengan sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya disini berarti, harus bisa diusahakan. Kalau nggak ngerti, ya nanya... Kalau nggak tau nanya siapa, ya cari info dari mana aja. Kesiapan mental bisa jadi isu utama dalam peran kita sebagai orang tua. Oleh karena itu, tak heran, pernikahan perlu perencanaan, tentu saja hal ini terkait dengan kenaikan fase yakni menjadi orang tua.

Beberapa waktu ini, sungguh sangat ironis, banyak kasus pedofilia yang ramai dibicarakan di media. Ini tentu menjadi pematah hati para orang tua,"Gimana kalau si korban itu adalah anak kita?". Mau dibawa kemana perasaan yang remuk redam, mendapati bahwa, anak yang disayang-sayang diperlakukan tak senonoh oleh penjahat?

Nah,
Saatnya membekali diri sendiri dengan ilmu-ilmu, jurus-jurus, dan antisipasi demi anak.
Sebelum ke sana, ada baiknya para orang tua memahami dulu fase tumbuh kembang anak untuk mengoptimalisasi pengasuhan. Bukankah, antisipasi lebih baik? Anak yang disayang dan diasuh secara tepat, akan memiliki daya survival yang lebih kuat dibanding anak yang kurang kasih sayang.

Saya memang belum menjadi orang tua, tapi setidaknya, saya pernah mengasuh anak-anak..Nah, catatan ini juga saya bagikan ke anda sekalian sebagai tambahan referensi. Tentunya, masih banyak psikolog anak, pakar anak, dokter anak, dan segala macamnya yang bisa dimintai nasihat dan pertolongan jika terjadi sesuatu pada anak anda.

Waktu berharga pengasuhan anak:

7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah - zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai  atau tawanan perang.
Zona kuning - zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll.
Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau - sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru - siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.

Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun. Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat. Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.
Luar biasa ya perbedaannya?

Ternyata ada rahasia mengapa perbedaan perkembangan laki-laki dan perempuan sedemikian timpangnya.

Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bass, empuk dan enak di dengar.

Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin.

Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi.
Suara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.
Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

Silakan dicoba ya :)


*Catatan ini didapat dari seminar “Smart Parent Smart Children” yang diadakan di Has Darul Ilmi 12 April 2014. Dengan Pembicara Bunda Kurnia Widhiastuti dari Sygma Parenting Community. Saya sendiri memperoleh dari kawan, Bunda Pradipta Ayu Andini. Semoga bermanfaat. Silakan disebarkan jika perlu.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More