Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Tampilkan postingan dengan label donasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label donasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Dermawan Indonesia: Sebuah Apresiasi dari Dr.Tahir


Setiap perubahan akan melahirkan perubahan yang lain. Kira-kira begitulah apa yang dimaksudkan oleh Charles Dickens dalam salah satu ucapannya, “Change begets change”.


Apakah harus menjadi kaya raya untuk menjadi dermawan?

Apakah harus jadi “yang punya segalanya” untuk mulai memberi seikhlasnya?

Tidak.

Kita bisa memulainya sekarang.

Memberi bukan sekedar menyisihkan, tapi berbagi. Berapapun banyaknya yang kita punya, kalau pun kita punya sedikit, berarti, sedikit itulah yang harus kita bagi, jika kita memang mau. Karena, berbagi menumbuhkan rasa bahagia dan persaudaraan terhadap sesama. Ini menjadi keniscayaan mengapa belakangan ini banyak sekali dermawan-dermawan yang datang dari senatero negri, memikul beban korban bencana bersama-sama. Sungguh luar biasa!

DI saat negri ini dilanda bencana yang hebat tak kunjung berujung, dermawan baru bermunculan, baik perseorangan maupun sebuah kelompok komunitas. Mereka berlomba-lomba ingin menciptakan perubahan bagi masyarakat sekitar. Yang kaya  memberikan sebagian hartanya untuk membuat perubahan. Tapi di sekitar kita pun banyak kita temukan orang-orang yang menjadi dermawan atau aktivis sosial / kemanusiaan, dengan beragam keterbatasan. Ini tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan aksi sosial tersebut. Semua atas dasar kemanusiaan, sungguh inspiratif!

Sebagai wujud apresiasi terhadap para dermawan di Indonesia yang tetap memberi dalam keterbatasan, Dr. Tahir yang terkenal sebagai orang kaya yang senang berderma di Indonesia ini akan memberikan sebuah penghargaan spesial kepada mereka, dermawan-dermawan Indonesia.

Penghargaan ini diberikan seiring dengan semakin banyaknya dermawan-dermawan baru di Indonesia yang tetap konsisten melakukan aksi sosial dan kemanusiaan walaupun mereka tidak punya harta kekayaan yang melimpah. Menurut Dr.Tahir, saat ini dibutuhkan banyak sekali dermawan baru di Indonesia

Dermawan ini tidak harus seorang yang kaya raya. Dermawan yang baik menurut Dr. Tahir adalah dermawan yang mengerti betul permasalahan di sekitarnya dan bisa merumuskan strategi efektif untuk memberikan bantuan tepat sasaran kepada lingkungan yang akan dibantu olehnya, sehingga tujuan mereka untuk mencipta perubahan dapat tercapai.

Dalam hidupnya Dr. Tahir memiliki pandangan bahwa niat yang baik untuk melakukan sebuah aktivitas kedermawanan itu perlu juga didukung pelaksanaan yang baik. Pelaksanaan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik. Pandangan itulah yang dipegang Dr. Tahir, salah satu orang terkaya di Indonesia yang hobi berderma dan berkegiatan sosial ini.

Bagi Dr. Tahir aktivitas kemanusiaan perlu didukung strategi yang tersusun matang dan tepat sasaran, sehingga dalam keterbatasan pun sebenarnya kita semua dapat menebar benih kedermawanan. Kegiatan derma apabila dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati pasti bisa menebar inspirasi bagi banyak orang.

Apresiasi yang diberikan Dr. Tahir kepada Dermawan Indonesia, terutama bagi mereka yang berderma dalam keterbatasan bukan sekadar basa-basi, tetapi merupakan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi bagi mereka karena telah memberikan multiplier effect dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya. Aksi dan keberadaan mereka membuat  orang lain tergugah dan menjadi merasa perlu berpikir keras agar dapat  melakukan aksi kedermawan serupa.
Kenal seorang dermawan untuk direkomendasikan? Klik: dermawanindonesia.com



Minggu, 16 Juni 2013

Lili Telah Pulang. #BantuLili Ditutup



Sabtu, 15 Juni 2013 merupakan salah satu hari yang tidak akan pernah saya lupakan. Hari itu, si cantik Lili telah pulang. Gadis yang kita dukung bersama-sama itu telah dipanggil ke Rahmatullah. Inalilahi wa innailaihi raji’un. Sedih karena rindu, haru karena perjuangannya, dan bahagia karena Allah-lah yang kini mendekapnya dengan erat. Lili, kamu sangat menginspirasi. Begitu belia, energik, dan ramah. Tapi menghabiskan waktu kelulusan SMA di Rumah Sakit ditemani ibu yang tiada pernah kekurangan cinta untuk dibagi, begitu beruntungnya anak itu, begitu mulianya ibumu.
Pertama kali mendengar kabar bahwa Lili telah tiada, tangan saya gemetar. Saya langsung teringat Mak Iis yang sedang dalam perjalanan kesana ingin memberikan donasi dari teman-teman sekalian, karena hanya pada Sabtu dan Minggu kami libur. Alangkah terguncang hati saya, pecahlah tangis. Saya sangat sedih dan langsung membayangkan wajah Lili saat terakhir saya kesana, Selasa lalu. Saya langsung menelepon Mak Iis sambil menangis. Dia hanya bilang “I know… I know… we have to let her go… Allah lebih sayang Lili daripada siapapun”. Aku tahu dia juga sedang menahan tangis dalam perjalanan. Mak Iis menuju rumah Lili dengan uang senilai Rp, 1,350,000 hasil patungan teman-teman untuk meringankan kebutuhan Lili. Uang itu belum sempat diserahkan oleh Mak Iis karena sore itu rumah duka sangat penuh, Ibu Lili berkali-kali pingsan. 

Selasa, 11 Juni 2013

Boneka dan Lili yang Lucu #BantuLili




Malam itu hujan, dan entah kenapa saya lupa bawa jaket, saya juga tidak punya payung. Alhasil, saya harus menunggu di musala kantor, seharusnya saya sudah bisa meluncur ke Tangerang untuk bertemu Lili sejak jam 18.30 seusai jam kerja, tapi apa boleh buat, hujan. Jadi saya disuruh solat Isya dulu…. Kebetulan tidak terlalu lama, Allah emang Maha baik. Setelah Isya, saya sudah bisa naik angkot ke Toldalkot Tangerang, jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 19.30 WIB. Bus yang saya naiki tidak terlalu penuh, saya jadi bisa duduk. Cuaca masih lembab, dan AC dingin sekali. Perjalanan dari Kebon Jeruk ke Tangerang tidak terlalu lama, mungkin tidak sampai satu jam. Setelah sampai di Kebon Nanas, sopir Bus menurunkan saya tidak jauh dari jembatan penyebrangan. Baru kali pertama saya ke Tangerang menggunakan Bus dan saat itu hari sudah malam. Biasanya saya rabun dan disorientasi, saya begitu bodoh menghapal jalan. Hari itu saya sedang beruntung, ditunjukkan langsung sama Allah jadi tinggal nyebrang dan berjalan kaki sekitar 10 menit ke RS. Awal Bros, Kebon Nanas, Tangerang.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More