Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2015

Catatan Kehamilan: Sakitnya Tuh Di Mana-mana


Gambar dari sini

Kehamilan merupakan moment yang banyak ditunggu nyonya-nyonya, setidaknya di kampung saya seperti itu. Meski kini, banyak nyonya-nyonya yang masih belum menginginkan buah hati terlalu dini merujuk pada kesiapan mental, finansial, dan alasan lain.

Omong-omong soal kehamilan....

Memang menyenangkan dan bikin deg-degan.

Terutama saat minggu pertama mengalami ‘telat datang bulan’, kemudian tes kehamilan menggunakan test-pack lalu ke bidan.

Tapi, jangan dikira proses hamil ini perkara mudah.

SAMA SEKALI TIDAK!

INI SOAL PERJUANGAN BUNG! #GakSante

***

Selama sembilan bulan lamanya, seorang ibu hamil akan dihinggapi aneka macam penyakit, mulai dari migren, anemia sampai mau pingsan, mual di pagi dan sore hari, urat tegang, nyeri, kram, demam, keputihan berlebih kayak setan sampai bikin ganti celana 5-10 kali sehari, swing mood/bahkan depresi: gampang nangis, bete, cemburu, marah, senang. Dan masih banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini:


Selengkapnya soal sindrom-sindrom ibu hamil, bisa dibaca di sini:

Lalu, bagaimana dengan cerita saya?

Begini, saudara-saudara *ambil mik*

*Nyeri, Kram dan Penyakit Setelah Tidur*

Gini,

Bidan di puskesmas bilang, dan ini memang scientifically proven, bahwa, tidur dengan posisi miring ke kiri akan lebih menyamankan janin dan ibunya. Iya, kalau nggak tengeng (urat tegang, red), ya gak papa. Ibu nyaman kok. Iya nyaman *nangis*

Ini karena, dengan posisi miring ke kiri, asupan oksigen ke bayi menjadi lebih banyak. Dan masih banyak alasan medis lain yang, saya lupa. Karena dengerin Mbak Bidan sambil setengah ngantuk, setengah laper.

Ibu akan nyaman tidur dengan posisi miring ke kiri.....

Tunggu dulu,

Bayangkan, sepanjang malam tidur dengan posisi miring ke kiri....

Kalau saya terlentang, biasanya agak enak, tapi panggul jadi tertekan, akibatnya, badan makin sakit (konon kalau hamil besar, ini akan mengurangi suplai oksigen ke ibu dan janin).

Kalau saya miring ke kanan, tak bertahan lama juga. Biasanya ditarik suami buat miring ke kiri, atau minimal, terlentang. Tapi, otot sudah keburu menegang. Percuma.

Jadi begitulah, pemirsa.

Posisi tidur ibu hamil sungguhlah rempong.

Makanya,kami, ibu hamil di Indonesia, akan sangat tertolong dengan bantuan bantal khusus ibu hamil yang banyak dijual di pasaran (I’m gonna have one, yey!).

*Penyakit Mual-Muntah-Anemia*

Cerita soal penyakit yang biasa disebut “morning sickness” ini menimpa saya di sore hari.

Memang agak salah paham soal waktu, ini penyakit. Tapi gak papa.

Pagi hari, bagi saya adalah hari kerja paling efektif, karena badan masih semlohe fit. Jadi, bisa masak, dan mempersiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat kerja (lumayan, poin pengabdian istri nambah satu di bagian ini, buat tabungan suk mben di hari perhitungan :D )

Alhamdulillah, pagi hari jarang rewel perutnya, paling sesekali.

Anehnya, kalau sore, ketemu suami aja males..... Udah mual, pusing, kepengen muntah. Bukan salah suami kok, meski jarang mandi malam, bawaan bayinya emang gitu.

Dan ini berlangsung selama hampir tiga bulan.

Alhamdulillah, pada bulan ketiga, frekuensi adegan mual-muntah-migren ini secara signifikan, berkurang.

Omong-omong soal migren,

Wah, ini makanan sehari-hari kepala saya.

Tiada hari tanpa migren. Disamping itu, kadang juga hampir black-out, karena kurang darah.
Jadi, ibu hamil, sebaiknya hindari berkendara kemana-mana sendirian, terutama pada awal trimester. Selalu ajak teman, entah suami, ibu, atau teman.

*Demam dan Flu*

Alhamdulillah, selama hamil sampai trimester kedua ini, belum pernah terserang penyakit berat sampai harus ‘ngamar’ di Rumah Sakit (bahkan, seumur hidup, paling ke RS pas lahiran sama kecelakaan aja).

Ini semua berkah Rahmat Allah, Sang Pemelihara. Ibu dan janin jadi tak perlu dikhawatirkan oleh keluarga.

Kalau demam? Paling ya, sebentar, terutama kalau bangun tidur. Suhu tubuh dengan lingkungan sekitar agak susah dikondisikan. Apalagi di musim penghujan seperti ini.

Kalau flu? Meski suami dan kucing-kucing sering terserang penyakit ini, alhamdulillah, saya dan janin belum pernah terkena flu sama sekali. Padahal ini virus manja. Tapi, tadi, karena Rahmat Allah, kami cukup difungsikan sebagai perawat keluarga yang sakit tanpa harus menambahi kerepotan di rumah :D

*Penyakit Vaginal: Keputihan*

Dulu, sewaktu masih SD, saya selalu merasa jengkel sama gadis-gadis iklan yang mengeluh soal keputihan. Menurut saya kok,”Ini orang ngga bersyukur amat dikasih kulit putih!”.

Eh, keputihan ternyata penyakita vaginal, tho yo.... Ya maap. Mana tau anak SD :D

Kali ini, pas lagi hamil, jangan harap area vagina bakal bersih-mulus-wangi-bebas penyakit. Eh ya bisa sih, cuma, karena pengaruh hormonal, keputihan jadi lebih sering diderita oleh ibu hamil.

Terutama saya.

Bukan bermaksud jorok, this is very important!

Karena, keputihan ini akibatnya ke seluruh tubuh, soal sanitasi.

Setiap hari, saya sampai harus ganti celana dalam 5 hingga 10 kali! Bayangkan! Apalagi kalau sampai harus lelarian angkat jemuran pas hari lagi hujan, keputihan saya bisa meningkat sebanyak 100 persen! (kayak disurvey aja, yah). Banyak buangeeet...

Selidik punya selidik,

Ternyata, keputihan semacam ini memang biasa dialami oleh ibu hamil. Jadi, segera konsultasikan ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Sebelum ke dokter, saya biasakan mengurangi penggunaan celana dalam jika di rumah, dan segera membasuh vagina ketika dirasa ada cairan yang keluar. Yang paling utama: hindari capek. Jadi ibu hamil yang selow aja hidupnya, ngga usah ngurus-ngurusin yang gak perlu, apalagi ngurusin gosip dari tetangga.

*Swing mood/ depresi*

Meski para ahli menyatakan bahwa ibu hamil rentan mengalami depresi, namun, bagi saya, depresi ini sangat “kuat” pelabelannya. Jangan sampai, kita terbawa tren label, dan malah menyengsarakan diri sendiri. Depresi ini harus di-assesment oleh psikolog, bukan orang yang tak profesional. Depresi merupakan kategori mental illness yang cukup serius, sehingga, hati-hati ya menggunakan istilah ini.

Saya lebih senang menyebutnya ‘swing mood’, meski ini juga seharusnya ditanyakan ke pakar sih. Tapi, sepertinya, kalau mood yang berubah ini, bisa sangat terlihat dari gerak-gerik, mimik, dan sikap, sih ya?

Kalau saya, nangis adalah hal biasa. Meski gara-gara penyebab yang sepele, misal tetangga teriak-teriak ganggu banget pagi-pagi, diomelin mama, cemburu sama suami, kepentok meja, itu biasa banget. Ibu hamil (eh, saya maksudnya), juga cenderung emosian. Dalam hal ini, segala jenis emosi ya: marah, sedih, cemburu, galau, khawatir, senang, Semuanya mendadak, dan kadang ngga disangka. Perubahan mod sangat cepat sampai suami kadang serba salah :D

Maafkan istrimu ini, ya, mas suami. I just can’t help it.

Sangat penting mengerti perasaan ibu hamil, dan tenangkan dia di saat galau, khawatir, sedih..... Es krim biasanya sangat membantu, atau,belikan hape baru, gitu *evil grin*

***

Sementara, daftar penyakit yang saya ingat BARU SEGITU.

Iya, masih banyak segudang penyakit lain yang demen banget hinggap di ibu hamil. Tanya aja sama emak atawa bini kalo kagak percaya.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai informasi terhadap semua orang, bahwa, menjadi ibu hamil tidaklah mudah.

Setiap hari adalah perjuangan, untuk diri dan janinnya. Jadi, siapapun yang punya keluarga yang sedang hamil, please be kind to her.

Daftar hal-hal yang harus diperjuangkan setiap harinya meningkat dari waktu ke waktu, bahkan soal naik-turun tangga (kamar saya ada di lantai 2, red).

Minimal, kalau tak bisa senangkan ibu hamil, jangan membuat hatinya sedih. Kalau kita memaklumi dan menolong ibu hamil melalui hari-harinya dengan suka-cita, insyaAllah, kita tak hanya berbuat baik padanya, tapi juga pada janin yang ada dalam rahimnya. Kalau ibunya bahagia, anaknya juga ikutan bahagia, dan sebaliknya.

Yuk, mulai peduli pada ibu hamil :)

Surabaya, 28 April 2015

Rabu, 11 Februari 2015

10 Langkah Pesta Nikah Murah

Gambar diambil dari sini

Hidup itu sederhana, yang hebat hanya tafsiran-tafsirannya.
Begitulah prinsip hidup Pramoedya Ananta Toer, novelis legendaris yang pernah menjadi kandidat peraih nobel sastra dari Indonesia. Saya pun demikian. Menyukai hal-hal yang sederhana, tak berlebihan, karena begitupun yang diajarkan oleh agama Islam. Ajaran yang saya anut.
Dalam prinsip ini, tentu saja harus sejalan dengan kehidupan. Termasuk, diantaranya, dalam penyelenggaraan pesta pernikahan.

Dalam tulisan berikut, saya ingin berbagi dengan teman-teman tentang bagaimana cara meminimalisir biaya pernikahan dengan pesta yang meriah, namun, terjangkau dan menyenangkan semua pihak.

Pernikahan adalah hari yang sangat dinanti-nanti bukan?

Berikut saya rangkum, 10 LANGKAH MUDAH yang bisa teman-teman ikuti untuk menyelenggarakan pesta pernikahan murah tanpa wedding organizer.

1) Tunangan All-In
Kebetulan, saya adalah orang Jawa. Adat Jawa tidak mengenal tunangan, tapi, lamaran. Lamaran adalah proses penjajakan kedua keluarga sekaligus meminta persetujuan pihak yang akan dinikahkan. Namun, supaya lebih memudahkan ke depannya, kami memutuskan untuk tukar-cincin juga (tunangan). Cincin ini juga yang akan jadi cincin kawin di kemudian hari. Tinggal dipindahkan saja dari jari manis kiri ke jari manis kanan. Hemat nan pantas, bukan?


Gambar diambil dari sini

2) Pesta di Salah Satu Pihak
Dalam budaya Jawa, ada dua pesta, pesta pernikahan di pihak perempuan dan pesta pernikahan di pihak laki-laki, istilahnya “ngunduh mantu”. Padahal, jika pesta di salah satu pihak saja, itu cukup menghemat anggaran. Keduabelah pihak, laki-laki dan perempuan, dapat saling dukung perihal dana dan tenaga.
Kalau kami, hanya pesta di satu pihak saja, sedangkan di pihak laki-laki diadakan tasyakuran sembari pengajian saja. Kebetulan, suami memang anak terakhir yang menikah, kedua adik perempuannya sudah nikah duluan. Jadi, tidak ada masalah. Ingat, selalu musyawarah ya :)


Foto dok. pribadi

3) Atur Anggaran Pesta

Pesta tanpa anggaran ibarat maju ke medan perang tanpa senjata. Ini sangat penting. Karena segala pernak-pernik yang dibutuhkan sewaktu perencanaan kelak akan sangat menipu. Sisihkan 10%-20% dana tak terduga untuk menutup biaya.

Gambar diambil dari sini

4) Buat Ceklist dan Dateline
Sudah tau apa saja yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pesta pernikahan? Jika belum, silakan unduh dokumen ini. Saya sempat catat apa saja yang diperlukan untuk tetek-bengek pesta pernikahan, mulai browsing-browsing maupun nanya teman-teman yang sudah nikah duluan.
Ceklist dan dateline ini sangat penting dalam mempersiapkan pesta pernikahan supaya keep in track. Saya dulu persiapan pestanya tiga bulan, dan itu rasanya cepat sekali lho! Watch your dateline, ya!
- Unduh GRATIS Ceklist Excel Di Sini
- Unduh GRATIS Label Undangan Di Sini

Gambar diambil dari sini

5) Cari Vendor
Vendor adalah jantung dari sebuah event, setelah konsep dan anggaran. Mengapa? Sekalinya kita menemukan vendor yang pas di hati, baik secara jalinan kerjasama maupun biaya, ini akan menyukseskan event.
Gambar diambil dari sini

6) Urus Surat Nikah  
Setelah mempersiapkan semuanya, selalu ingat,H-30 kalau bisa usahakan mengurus surat nikah. Bagaimana caranya? Ikuti langkah berikut ini ya-> KUA Benowo
Saya sendiri mengurus persyaratan ini tidak lebih dari 5 jam, mulai dari RT/RW dan tentu saja, GRATIS! :)

Foto dok.pribadi

7) Asah Kreativitas
Menghelat pesta pernikahan artinya harus kreatif. Untuk itulah, orang-orang yang tak mau terlalu repot dan punya dana bisa membayar wedding organizer. Jangan khawatir. Ada jutaan situs di internet yang bisa bantu kamu untuk mencari inspirasi mulai dari design cincin kawin, design undangan, cara bikin undangan online gratis, cara make up dan hair-do/ hijab-do, model gaun terkini, sampai bagaiman cara berpose dengan kamera jepretan tripod namun terasa profesional. Ini tentu sangat menghemat budget pernikahan.

Gambar diambil dari sini

8) Manajemen Event Mandiri
Kreatif artinya berdaya mandiri dan penuh ide. Kalau saya, tentu saja memanajemen event mandiri (dibantu keluarga). Silakan download ceklist pada point no. 4 dan tambahkan sesuai kebutuhan. Pesta pernikahanmu tentu dapat berjalan lancar, sesuai budget.

Gambar diambil dari sini

9) Perawatan Pranikah Di Rumah
Siapa bilang perawatan pra-nikah harus berbiaya selangit? Untuk perempuan yang sudah terbiasa dengan do-it-yourself treatment seperti saya, perawatan pranikah cukup dilakukan di rumah. Ada jutaan tips di internet untuk hal ini, salah satunya adalah: Skin Beauty Care, Crazy Indian Wedding, Style Craze dan masih banyak lagi.
Saya sendiri sudah rutin menggunakan masker dan lulur seminggu sekali, bahkan sejak kelas 2 SMP! Hehe... Jadi, jangan khawatir, perawatan di salon itu mahal di jasa kok. Bahan-bahan serupa banyak ditemukan di supermarket terdekat dan tentu saja, dengan bantuan saudara, kamu bisa melakukan perawatan ala spa di rumah. Mudah dan murah.

Gambar diambil dari sini

10) Minta Bantuan Saudara/ Sahabat
Last but not least, minta bantuan saudara dan sahabat. Tanpa mereka, kita bukanlah apa-apa. Tentu saja diiringi doa ya, supaya pesta pernikahanmu dari A-Z bisa optimal. Di Jawa, ada istilah “Rewang”. Tradisi turun temurun yang mengakrabkan sanak-saudara untuk bahu-membahu membantu segala persiapan hajatan. Dan ini sifatnya take-and-give, siapa yang sering ‘rewang’, dia juga yang akan ‘direwangi’. Menjadi makhluk sosial yang seutuhnya memang harus mengenal dan menjaga silaturahim dengan tetangga dan saudara, sehingga, kelak, kita akan dimudahkan.

Gambar diambil dari sini

Good luck untuk persiapan pernikahannya ya!
Selalu cek-ricek dan berdoa.
Semoga tulisan ini membantu!

Love,
Shei


Jumat, 02 Mei 2014

Bagaimana Cara Mengunggah Foto Anak?

Courtesy of http://styledstagedsold.blogs.realtor.org/ 

Sebagai orang tua, pasti normal kalau ingin mendokumentasikan fase perkembangan anak-anaknya. Ibu saya pun begitu. Bedanya adalah, ibu saya memiliki album foto sebesar A3 dan terletak di lemari kaca berkunci, sehingga, siapapun yang ingin melihatnya harus meminta izinnya dulu. Tapi sekarang? Para ibu-ibu sudah bisa bebas mendokumentasikan foto anak-anak mereka ke media sosial seperti facebook, twitter, path, pinterest, dan lain sebagainya. Lalu saya penasaran, apa mereka nggak was-was, yah? Gimana kalau foto anak mereka disalahgunakan? Rasa penasaran saya ini muncul (dengan kuatnya) setelah santer kasus pedofilia di internet dewasa ini. Tak berhenti disitu, rasa penasaran saya berikutnya adalah “Lah? Memangnya salah ya? Mengunggah foto anak ke internet?

Dan, akhirnya, setelah saya baca-baca artikel di parents.com, saya menemukan tips-tips berikut ini:

Kenali Setting Keamanan Sosial Media Anda
Punya sosial media, tentu kudu paham bagaimana media tersebut bekerja. Mintalah bantuan teman anda untuk mengajari bagaimana mengeset “privacy setting" atau setting keamanan supaya bisa dilihat “hanya oleh teman anda”, atau mungkin hanya bisa dilihat oleh orang tertentu, termasuk “hanya oleh anda sendiri”.
Misal di facebook, setelah klik “unggah foto”, aturlah siapa yang bisa melihat foto tersebut.

Foto 1: Cara Mengeset Setting Keamanan

Menurut Common Sense Media, organisasi yang menyediakan informasi dan pendidikan tentang anak dan media, tidak masalah jika anda ingin mengunggah foto anak. Asalkan, foto tersebut hanya bisa dilihat oleh orang-orang lingkaran terdekat (nah kan, atur privace setting anda ya!)

Gunakan Penanda Foto (Watermark)
Watermark adalah penanda foto. Gunanya untuk klaim foto tersebut milik anda dan tidak bisa disalahgunakan oleh pihak lain.

Dewasa ini, sangat mudah memberi penanda foto, silakan unduh aplikasi di playstore untuk Photo Grid,  Pics Art atau semacamnya di ponsel untuk mengedit foto anda. Jika anda mengunggah pada PC, anda bisa kunjungi Fotor.com untuk mengedit foto kesayangan anda.

Saya bekerja di sebuah perusahaan CSR, dan saya sering mengunggah foto menggunakan penanda fotoseperti ini, anda pun sudah harus mencobanya!

Foto 2: Contoh foto dengan watermark

Perkecil Resolusi
Resolusi mempengaruhi kualitas foto. Semakin kecil resolusi, semakin kecil pula resiko foto anak anda disalahgunakan untuk keperluan marketing (kadang-kadang ada agency nakal yang suka comot foto di internet). Belum lagi, ancaman foto anak anda dicetak dan diperbesar lalu dipajang di kamar predator sebagai objek kepuasan seksual. Mengerikan, kan?

Matikan Geo-Tag atau Pencari Lokasi di Ponsel Anda
Pamer lokasi memang hal yang sangat penting demi eksistensi (saya juga melakukannya). Tapi, jika foto yang akan diunggah adalah foto anak, maka, sebaiknya fitur geo-tag atau pencari lokasi di ponsel anda dimatikan saja. Tidak hanya membahayakan sebagai target stalking, namun, hal ini juga memicu kemarahan orang tua lain jika dalam foto tersebut terdapat foto anak mereka. Keamanan dan privasi mereka bisa saja terancam. Mulai bijak ya menggunakan fitur-fitur ponsel andalan.

Hindari Ekspos Wajah Anak & Alat Vitalnya
Seganteng atau Secantik apapun anak anda, mereka tentu akan terpapar ancaman yang sangat tinggi jika overekspos (bahkan, anda sendiri juga bisa mengalaminya). Bisa jadi, para predator berhasrat pada mereka, atau para penculik jadi berkeinginan untuk menjual mereka. Bukankah itu adalah bahaya yang mubazir energi? Memang terlihat berlebihan, tapi jangan sampai kita jadi tidak antisipasi terhadap hal ini. Orang kadang lebih suka menyesal daripada mewanti-wanti diri. Bukankah kita tak mau kalau kebanggaan sedetik tersebut bisa merusak masa depan anak selamanya, kan? Saran saya, sebaiknya ambil jarak foto anak dengan jarak sedang atau jauh, lalu hindari foto-foto close-up dan tentu saja foto-foto telanjang anak. Memang sih, foto bayi yang baru mandi itu lucu, tapi apakah kelucuan itu ditangkap sefrekeunsi oleh predator anak? Lalu, plis deh ya….nggak perlu juga foto penis anak yang baru disunat (akhir-akhir ini saya melihat ada yang posting foto penis anaknya yang menjijikkan). Dear mom and dad, please be wise :)

Semoga bermanfaat tips-tips di atas.

Silakan disebarkan jika perlu.

Salam sayang,
Shei.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More