Minggu, 12 April 2015

Catatan Kehamilan Trimester Pertama: Yey!



I'm Pregnant! 

Yey!

Diluar dugaan, kehamilan datang secepat kilat. Memang, prediksi ibuku, kehamilan akan terjadi tak lama setelah akad. Benar saja, dua minggu selepas haid terakhir, kami melangsungkan akad. Dan, Jreeeng! Alhamdulillah, Allah langsung menitipkan malaikat kecil pada rahim saya.

Bagaimana rasanya mendapat amanah seperti itu?

Rasanya tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Pegel, seneng, mual, bersyukur, badan kayak digebukin orang sekampung, bahagia, sering kepengen pingsan dimana saja, haru tak terkira.

Begitulah.

Untuk ibu-ibu pemula seperti saya, kebingungan jelas melanda. Betapa tidak. Euforia menjadi istri masih melekat erat. Penambahan tanggung jawab, peralihan peran dan fungsi masih membuat kacau jam kerja tubuh. Setiap hari, biasanya dihabiskan untuk bermalas-malasan. Mengerjakan sesuatu yang tidak penting. Lantas, harus menyesuaikan diri untuk menjadi partner laki-laki paling ganteng sejagad setelah ayah :D

Banyak suka-duka dialami selama membina rumah tangga yang masih seumur jagung ini. Alhamdulillah, masih diberi petunjuk dan kekuatan untuk menjalani dengan sebaik-baiknya, setiap hari.  Tantangan dimulai dari bangun pagi dan masak untuk bekal suami (meski dalam keadaan hamil—untungnya sering ditolong ibu), mencuci baju yang dua kali lipat banyaknya, setrika, menyemir sepatu, jalan-jalan berdua, nonton, membuat anak #eh, sampai mengontrol rasa amarah, cemburu, ketidak-sukaan akan hal-hal tertentu pada pasangan, dan masih banyak yang lainnya.

Manusia, alhamdulillah-nya, diberikan rasa yang kompleks. Tugas kita kemudian, adalah, mengolahnya menjadi hal yang produktif, bukan sebaliknya. Inilah yang saya dan suami pelajari setiap hari.

Belum selesai kegembiraan-kegembiraan menjadi istri (percayalah, manten baru lebih banyak gembiranya ketimbang sedihnya), saya kemudian mendapati tubuh yang kian melemah. Perut sering kembung. Ada bengkak mendadak di gusi, maupun di daerah tubuh yang lain, dan penciuman semakin seperti kucing.

Ketika berada di rumah mertua, saya kemudian dibelikan test-pack untuk memastikan sebenernya ada apa dengan tubuh saya ini?

Benarlah, ternyata semua itu adalah tanda-tanda kehamilan :D

Yey!

Akhirnya, keluarga kecil yang baru kami bina ini diamanahkan seorang malaikat mungil yang masih dalam proses pembentukan dalam rahim.

Senang ya senang sekali.

Tapi ternyata, menyambut kehamilan memang memerlukan energi tinggi dan kesabaran tingkat dewa. Tak jarang saya banyak mengeluh. Bayangkan, kalau sakit sedikit saja, saya masih merengek-rengek (meski seringnya merawat diri sendiri di kosan sewaktu di Jakarta), tapi saya memang cenderung tidak tahan sakit. Anemia. Manja. Pokoknya hal-hal yang masih berhubungan dengan anak kecil bisa disangkutkan ke saya, perihal durabilitas menahan sakit (nggak bisa banget kena sakit).

Bisa dibayangkan ya?

Nah, kemudian, gabungkan dengan pengalaman hamil trimester pertama.

Gejalanya adalah, setiap hari, mual terus melanda. Untungnya, saya hanya dua bulan. Ngantuk terus. Malas. Tidak nafsu makan, sampai bobot saya turun dan hanya tersisa 49 kg dengan tinggi hampir 165 cm. Ibu zombie, bisa dibilang seperti itu. Selalu capek. Anemia. Sering mau pingsan, bahkan, pernah hampir mau pingsan di pasar karena kurang darah.

Ketika diperiksa di bidan puskesmas, alhamdulillah, saya masih dinyatakan sehat-sehat saja. Lingkar lengan juga masih normal (24 cm), dan bobot tubuh masih bisa dimaklumi sebagai ibu hamil pemula. Bidan hanya menyarankan untuk minum obat antimual supaya saya nafsu makan (dan nggak diminum juga), tak lupa menelan tablet penambah darah, sesaat sebelum tidur.

Ibu saya memberikan resep alami untuk mengatasi mual pada kehamilan trimester pertama ini. Ketimbang banyak obat, lebih baik, saya mengkonsumsi tanam-tanaman saja. Lebih alami, tidak menimbulkan efek samping pada janin.

Alhasil, selama satu bulan berturut-turut, saya meminum air jeruk nipis hangat, kadang juga kunyit, kadang teh manis. Lalu segera makan ketika lapar. Biasanya, malam sudah mual lagi, tak nafsu makan. Kemudian, besok makan lagi. Anehnya, mual saya ini hadirnya kalau malam, dan makin hebat kalau suami ada di rumah :D

Dua bulan berlalu, mual masih itu-itu saja.

Tapi anehnya, mualnya nggak sampai kayak adegan sinteron yang harus ke kamar mandi, nyembah-nyembah WC gitu sih. Tapi memang, gejala pada tiap ibu itu berbeda. Ada bahkan yang mualnya dari trimester pertama hingga mau melahirkan. Alhamdulillah, saya cuma dua bulan.

Bagaimana soal ngidam?

Dulu, sewaktu masih belum menikah, saya sudah bercita-cita untuk ngidam ferrari, biar dibeliin bapaknya. Ternyata, pas hamil, nggak gitu-gitu amat. Saya jadi nyesel :P

Paling banter ngidam bakso, eskrim, itu pun bisa dijanjiin, kadang malah kelupaan.

“Mas, pengen bakso...”

“Hujan dek, besok aja ya?”

“Iya deh,”

Kemudian, keduanya lupa. Dan beli baksonya tiga hari ke depan, pas suami lagi libur.

Itulah rejeki bapak soleh, calon anaknya pengertian banget. Nggak rewel. Kalau minta sekarang, boleh ditawar, nggak harus saat itu juga (semoga nanti pas gedhe juga sabar gini).

Bawaan bayinya apa?

Konon, tiap ibu hamil pasti bertingkah agak lain dari biasanya, ini disebut “bawaan bayi”. Kalau saya? Jadi makin malas (padahal udah malas kan ya), tapi wajah jadi makin berinar, gampang nangis kalau dibentak, tidak suka bising, kalau dengar keramaian dan nada-nada tinggi pasti stress, tidak suka berada di tempat ramai yang banyak orang asingnya, kayaknya itu aja deh. Jangan-jangan, anakku ini nanti introvert, nggak kayak ibunya haha.

***

Setelah dua bulan tersiksa lahir-batin, akhirnya, pelangi datang juga.

Tepat pada bulan ketiga, gejala-gejala nausea khas ibu hamil perlahan menghilang. Perut pun makin membuncit, mengeras, enak dielus-elus, apalagi sama bapaknya #eh.

Saya jadi makin bangga menjadi ibu hamil, makin bahagia, makin disayang suami, makin seneng makan eskrim, dan makin lincah bergerak meski gampang capek. Bayinya juga nggak rewel, kalau ibunya repot, misal di rumah sendirian karena semuanya lagi pergi ke desa, jenguk kakek yang lagi sakit, dia langsung jadi anak manis. Nggak bikin mual, nggak bikin capek, ibunya jadi bisa masak, beberes, dan menjalani hari seperti gadis muda pada umumnya :D

Bulan ketiga adalah bulan surga bagi saya.

Di bulan ini, syukur mulai terpanjatkan, sudah jarang mengeluh. Ngajar PAUD juga sudah enerjik, udah bisa jalan-jalan ke Mall sama sahabat, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan lainnya.
Hari ini, tepat memasuki minggu ke-14, artinya, 2 minggu lagi, kehamilan saya sudah resmi memasuki bulan keempat.

Alhamdulillah.

Konon, ketika seorang ibu berhasil melalui trimester pertamanya, ia boleh bersyukur. Masa kritis telah lewat. Pembentukan organ-organ vital telah selesai. Sekarang, ibu hanya menunggu jabang bayinya membesar, menyempurnakan bentuk, mendapat anugerah roh dari Illahi, dan mempersiapkan diri untuk lahir beberapa bulan ke depan.

Bismillah.

Semoga benar adanya. Semoga ia selalu sehat, selamat, dan lahir dengan baik, serta menjadi anak yang soleh/ah.

Mohon doanya ya :)

Ternyata, pengalaman menjadi seorang ibu lebih menarik, ketimbang menjadi istri. Karena, menjadi ibu, berarti menjadi perempuan istimewa untuk dua orang sekaligus: anak dan suami.

Surabaya,13 April 2015

6 komentar:

Thanks, sebagai referensi tambahan, saya punya saran untuk dipertimbangkan disini: Cara Buat Anak Kembar Secara Alami

amanah itu memang indah ,jangan lupa juga kunjungi ini karna banyak promo menarik dari kami JASA SERVICE IPHONE IMAC MACBOOK IPADIPOD DI BANDUNG DAN HARGA TERMURAH

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Assalamualaikum wrb,saya Rahman saputrah, niat saya hanya ingin berbagi kebaikan khusus kepada orang yang mengalami kesusahan,percaya tidak percaya semua kembali pada pembaca postingan saya, awalnya saya seorang pengusaha yang bisa dibilang sukses, tapi banyak yang tidak suka kalau saya sukses,dan akhirnya bisnis saya bangkrut dan saya sempat jadi Pengangguran kurang lebih 1tahun saya punya anak 3 dan masih kecil2,saya sempat putus asa dan tidak tau mau berbuat apa, tapi setiap saya melihat anak saya, Saya merasa kasian, dan kemarin tampa disengaja ada Teman saya memberi saran dia menyarangkan saya untuk menghubungi Mbah jonoseuh, beliau memberikan bantuan Pesugihan, awalnya sih saya ragu tapi mau nggak mau saya beranikan diri mencoba bantuan dari Mbah jonoseuh. syukur Alhamdulillah dengan bantuan pesugihan beliau saya sekarang sukses kembali dan saya bisa biayai sekolah anak saya sampai selesai,terimah kasih Mbah berkat Mbah saya bisa sukses kembali,ini pengalaman pribadi saya khusus bagi teman2 yang sempat baca dan punya masalah silahkan hub Mbah jonoseuh di nomor 082344445588 dan pasti beliau bisa meringankan semuah permasalahan yang anda hadapi untuk saat ini, Dan terimah kasih kepada yang punya room ini karna saya sempat berbagi pengalaman dan mudah2han bisa membantu,

nice sharing.ni sy ada share tips dos pengambilan ubat utk anak.bole tgk ya.

https://www.facebook.com/toksyedori/posts/1509684562449282

Ndiyabonga kakhulu ngokunika ulwazi, eli nqaku linceda kum, emva kokuba ndifunde eli nqaku ndifumana ulwazi oluninzi kwakhona, sinokubulela kwakhona sinokubakho konke ekukhuselweni kukaSomandla, Musa ukulifunda ukufunda iblogi yam:
OBAT ITP

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More