Rabu, 29 April 2015

Catatan Kehamilan: The first pregnancy ultrasound

Alhamdulillah,
Meski hari ini agak rempong jenaka, tapi, jadwal kontrol ke bidan dan senam hamil berjalan lancar.

Si cempluk-- panggilan kesayangan buat jabanh bayi-- adalah anak yang manis, jarang rewel, tidak suka merepotkan ibunya, dan doyan makan, terutama siomay dan eskrim (sama kayak ibunya).

Sudah tiga hari ini, cempluk ditinggal bapaknya dinas ke Banjarmasin.

Dari sinilah drama dimulai.

Si anak manis berubah jadi anak riwil. Bikin mual. Males makan. Sering pengen pingsan..... Karena memang, tiap hari merasa sangat disayang si bapak. Makan juga disuapin. Kalau mau tidur dielus². Tiap pagi diciumin dan diajak ngobrol.... Tapi, tiga hari ini hampa.

Ibunya emang lebay....

Tapi, memang betul, selalu ada perubahan buruk kalau suami tak ada di rumah (bisa dibayangkan kalau anak ini lahir, bakal lebih sering nyariin vapaknya kali ya?). Cempluk ngga suka ditinggal.

Hari ini, ketika kontrol ke bidan, saya masih mau ngemil. Tapi dua hari (plus hari ketiga ini) memang jarang makan benar. Ala kadar. Yang penting kemasukan nasi. Alhasil, tadi ya hampir mau pingsan. Padahal juga lagi mau senam hamil...

Agak repot memang memenangkan hati si cempluk supaya berhenti rewel, salah satu jurusnya adalah, membisiki,"abimu pulang dek, nanti malam".

Tak lama, setelah kelas hamil selesai, kami masuk ruang pemeriksaan untuk kontrol.

Cempluk minggu ini mau di-tingkepi, masuk bulan ke-5.

Eh, ternyata, waktu dicek mbak bidan, cempluk sudah kedengar detak jantungnya! Alhamdulillah (saya sampai mau nangis bahagia).

Sehat terus ya nak, yang sabar kalau bapak ngga di rumah... Jangan ambegan atuh ih...

Ayo kita bobok siang 💋

Surabaya, 30 April 2015

1 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More