Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Minggu, 07 Juli 2013

Menjadi Perempuan Terdidik Kemudian Mendidik Perempuan



Perempuan, konon, ujung-ujungnya di dapur dan mengurus keluarga. Kalau memang iya, sebenarnya tidak ada masalah jika pada prosesnya, perempuan yang menjadi ibu tersebut sangat pintar dan canggih. Sehingga, keluarga yang diurusinya pun tidak mengekang potensi-potensi perempuan tersebut. Fitrah? Mungkin. Tapi, yang saya percayai, perempuan memang pencipta peradaban melalui tangan lembut dan hatinya yang hangat. Seakan, kecerdasan intelektual dinomorsekiankan, padahal, gabungan dari 3 unsur tersebut: tangan lembut, hati hangat dan cerdas otak adalah senjata paling efektif untuk merawat dan membesarkan generasi penerus: anak-anaknya, masyarakat sekitar dan dunia.

Oleh karena itu, mengapa harus menjadi perempuan terdidik dan mendidik perempuan? Menurut saya, kita harus memberikan kontribusi terhadap masyarakat sesuai apa yang kita raih. Saya meraih pendidikan dengan menyenangkan dan memperoleh gelar sarjana Ilmu Komunikasi hampir tanpa biaya karena program beasiswa (kecuali karena perpanjangan semester). Lalu, yang saya lakukan adalah, mengusahakan akses pendidikan yang bisa diraih oleh semua orang, secara gratis, terutama adik-adik yang ada di jalanan lewat Save Street Child.

 belajar membaca sejak kecil

 Belajar membaca di usia yang tak lagi muda. keywords: lifetime learning.

Perempuan? Bukanlah makhluk lemah dan tergantung pada orang lain. Ia bisa menjadi apapun, asalkan berani membekali diri dengan kemampuan-kemampuan yang bermanfaat. Benar kan? Menjadi perempuan terdidik kemudian mendidik perempuan memiliki dampak yang sangat besar bagi dirinya, keluarga dan lingkungan sekitar untuk masa depan generasi yang lebih baik. Ini adalah 5 alasan menurut Global Concerns Classroom, Amerika Serikat, mengapa mendidik perempuan itu penting.
    1. Mengurangi Rasio Kelahiran- Bank Dunia menyatakan, bahwa, ketika perempuan memperoleh pendidikan, maka ia akan melahirkan anak yang lebih sedikit dan lebih sehat. Faktanya, 1 tahun dari tiap pendidikan formal pada perempuan dapat menurunkan tingkat kelahiran sebanyak 10%. Perempuan yang memiliki akses informasi tentang Keluarga Berencana cenderung menunda pernikahan mereka.
    2. Menurunkan Rasio Kematian Ibu dan Anak- Perempuan berpendidikan memperkecil rasio terkontaminasi HIV & AIDS, sehingga tak menularkannya pada anak-anaknya.  The Comparative & International Education Society menjelaskan bahwa ibu yang bependidikan lebih peka terhadap kebutuhan kesehatan dan sanitasi terhadap bayinya. The Girls Global Education Fund melaporkan bahwa jika ada bayi yang lahir dari ibu yang tak berpendidikan, kecenderungannya untuk meninggal sebelum umur 5 tahun lebih besar.
    3. Generasi Berpendidikan Di Masa Depan- Sebuah pepatah Afrika mengatakan “Jika kita mendidik laki-laki, kita hanya mendidika satu orang, jika kita mendidik perempuan, kita mendidik satu keluarga, bahkan, satu negri”.
    4. Upah yang Lebih Tinggi- The Girl Effect menyatakan bahwa jika perempuan mengenyam pendidikan lebih dari 6 tahun (SD), maka ia akan memperoleh penghasilan 20% lebih banyak. Bahkan, bisa meningkat sebanyak 25% jika mereka meneruskan hingga ke bangku SMP atau SMA.
    5. Investasi Keluarga- Dengan penghasilan tambahan tersebut, riset membuktikan bahwa, perempuan lebih banyak berinvestasi untuk keluarganya. Basic Education Coalition mengklaim bahwa perempuan akan menginvestasikan hampir 90% penghasilannya demi keluarga. Ini akan berdampak baik bagi keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
*berbagai sumber  

Jumat, 05 Juli 2013

#BantuLili Telah Tersalurkan



Dear teman-teman yang budiman,

Terima kasih masih mengikuti update blogpost saya. Hari ini saya ingin mengumumkan bahwa bantuan untuk Lili sebesar Rp, 1,350,000 sudah tersalurkan. Alhamdulilah.
Izinkan saya untuk menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena penyaluran bantuan ini begitu lama. Awalnya, seperti yang saya ceritakan, Ibu Lili tidak mau menerima bantuan tersebut karena Lili sudah tiada (mari kita doakan semoga Ibu selalu diberi ketabahan dan keikhlasan setelah kepergian Lili dan Lili diberikan kamar yang nyaman di sisiNYA). 

Beberapa hari lalu, ada rencana untuk menyalurkan bantuan tersebut pada adik kita yang terkena kanker mata dan memang hanya diasuh ibunya, ayahnya telah tiada (mari kita doakan semoga Allah menyembuhkan dengan caraNYA).  Namun, ternyata belum berjodoh, 2 kali kami mengatur jadwal untuk bertemu tidak berhasil. Adik itu masih menjalani pengobatan alternatif di Sukabumi.

Tak lama, setelah perjumpaan yang tertunda dengan adik yang menderita kanker itu, saya dapat kabar dari Mbak Azza tentang Almira, balitacantik yang sedang diuji dengan Leukimia . Sungguh menyayat hati. Ada terbesit keinginan untuk mentransfer bantuan ke Almira, namun dicegah oleh Mbak Azza. Biarkan rizky itu sampai pada yang berhak, ya ibu Lili. Meski telah menolak, tapi pada dasarnya, bantuan itu memang untuk Lili. Mau diapakan uangnya terserah, toh ibu yang baik hati itu juga hidupnya tidak gampang karena tak lagi bersuami. 


Akhirnya, dengan senang hati dan berbunga-bunga, saya kirimkan uang tersebut ke Hani, sahabat Lili yang tinggal tak jauh dari rumah Lili. Saya terpaksa mentransfer uang tersebut karena agak padatnya kegiatan, ditambah sedang mengurusi adik asuh yang hendak ke pesantren, dari kemarin kami cari-cari celah untuk menyekolahkan dia, alhamdulilah, doanya dijawab Allah kemarin. Ada kawan yang menawarkan pesantren dengan kuota 3 orang, di Caringin, Bogor. Pesantren modern itu membekali anak-anak kewirausahaan yang menurut saya bagus sekali. Saya juga sangat kenal Bang Munawar, pendiri Sekolah Rakyat Bogor yang Islamnya merupakan Rahmatan Lil Alamin (InshaAllah) bukan hanya Rahmatan Lil Muslimin. Kami sama-sama memiliki keyakinan bahwa cinta kasih dan kemanusiaan itu lebih penting daripada embel-embel kosong agama yang malah menghalalkan kebencian.

Subhanallah.
Hari ini, Hani dan Asri (sahabat Lili) sudah menyerahkan bantuan tersebut dengan amanah pada Ibu. Saya juga sudah diteleponnya tadi. Jadi, sekali lagi, mudah-mudahan hutang saya sudah lunas. Dan saya tetap mengajak teman-teman sekalian untuk peduli sesama, saat ini, Almira butuh kasihsayang kita semua. Bantuin yuk! 
Let’s save the world with love and compassion!

Much Love,
Shei



Rabu, 03 Juli 2013

Surel dari Kakek di Bali

Saya menemukan inbox di facebook seperti ini, dan menurut saya.... Teman-teman harus membacanya dan menjadi lebih bersemangat lagi untuk #Berbagi. Yippies!


Save Street Child: Di Jalanan Kami Punya Mimpi


Ini adalah sebuah liputan dari TV One "Aku Bangga", episode: Save Street Child. "Di Jalanan Kami Punya Mimpi"

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More