Minggu, 07 Juli 2013

Menjadi Perempuan Terdidik Kemudian Mendidik Perempuan



Perempuan, konon, ujung-ujungnya di dapur dan mengurus keluarga. Kalau memang iya, sebenarnya tidak ada masalah jika pada prosesnya, perempuan yang menjadi ibu tersebut sangat pintar dan canggih. Sehingga, keluarga yang diurusinya pun tidak mengekang potensi-potensi perempuan tersebut. Fitrah? Mungkin. Tapi, yang saya percayai, perempuan memang pencipta peradaban melalui tangan lembut dan hatinya yang hangat. Seakan, kecerdasan intelektual dinomorsekiankan, padahal, gabungan dari 3 unsur tersebut: tangan lembut, hati hangat dan cerdas otak adalah senjata paling efektif untuk merawat dan membesarkan generasi penerus: anak-anaknya, masyarakat sekitar dan dunia.

Oleh karena itu, mengapa harus menjadi perempuan terdidik dan mendidik perempuan? Menurut saya, kita harus memberikan kontribusi terhadap masyarakat sesuai apa yang kita raih. Saya meraih pendidikan dengan menyenangkan dan memperoleh gelar sarjana Ilmu Komunikasi hampir tanpa biaya karena program beasiswa (kecuali karena perpanjangan semester). Lalu, yang saya lakukan adalah, mengusahakan akses pendidikan yang bisa diraih oleh semua orang, secara gratis, terutama adik-adik yang ada di jalanan lewat Save Street Child.

 belajar membaca sejak kecil

 Belajar membaca di usia yang tak lagi muda. keywords: lifetime learning.

Perempuan? Bukanlah makhluk lemah dan tergantung pada orang lain. Ia bisa menjadi apapun, asalkan berani membekali diri dengan kemampuan-kemampuan yang bermanfaat. Benar kan? Menjadi perempuan terdidik kemudian mendidik perempuan memiliki dampak yang sangat besar bagi dirinya, keluarga dan lingkungan sekitar untuk masa depan generasi yang lebih baik. Ini adalah 5 alasan menurut Global Concerns Classroom, Amerika Serikat, mengapa mendidik perempuan itu penting.
    1. Mengurangi Rasio Kelahiran- Bank Dunia menyatakan, bahwa, ketika perempuan memperoleh pendidikan, maka ia akan melahirkan anak yang lebih sedikit dan lebih sehat. Faktanya, 1 tahun dari tiap pendidikan formal pada perempuan dapat menurunkan tingkat kelahiran sebanyak 10%. Perempuan yang memiliki akses informasi tentang Keluarga Berencana cenderung menunda pernikahan mereka.
    2. Menurunkan Rasio Kematian Ibu dan Anak- Perempuan berpendidikan memperkecil rasio terkontaminasi HIV & AIDS, sehingga tak menularkannya pada anak-anaknya.  The Comparative & International Education Society menjelaskan bahwa ibu yang bependidikan lebih peka terhadap kebutuhan kesehatan dan sanitasi terhadap bayinya. The Girls Global Education Fund melaporkan bahwa jika ada bayi yang lahir dari ibu yang tak berpendidikan, kecenderungannya untuk meninggal sebelum umur 5 tahun lebih besar.
    3. Generasi Berpendidikan Di Masa Depan- Sebuah pepatah Afrika mengatakan “Jika kita mendidik laki-laki, kita hanya mendidika satu orang, jika kita mendidik perempuan, kita mendidik satu keluarga, bahkan, satu negri”.
    4. Upah yang Lebih Tinggi- The Girl Effect menyatakan bahwa jika perempuan mengenyam pendidikan lebih dari 6 tahun (SD), maka ia akan memperoleh penghasilan 20% lebih banyak. Bahkan, bisa meningkat sebanyak 25% jika mereka meneruskan hingga ke bangku SMP atau SMA.
    5. Investasi Keluarga- Dengan penghasilan tambahan tersebut, riset membuktikan bahwa, perempuan lebih banyak berinvestasi untuk keluarganya. Basic Education Coalition mengklaim bahwa perempuan akan menginvestasikan hampir 90% penghasilannya demi keluarga. Ini akan berdampak baik bagi keluarganya dan lingkungan sekitarnya.
*berbagai sumber  

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More