Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Selasa, 03 Juni 2014

A Timeless Moment of Love


Rena sayangku,
Apa kabar? Semoga kau membaca surat ini dalam keadaan sehat.
Aku mengisahkan cerita ini dari balik jendela sebuah kapsul yang berjalan begitu cepat, secepat bagaimana engkau mengedipkan mata. Blink. Dan kau sudah berada di bintang lain dalam pusat galaksi ini.

Otakku mungkin tak dapat memproses informasi secepat aku mengedipkan mata. Artinya, kerja memoriku tak secepat waktu yang berlalu di sekitar saat ini. Aku entah sedang berada di mana. Yang pasti, aku sedang ditugaskan untuk sebuah misi. Itu tak penting. Aku sudah menyelesaikannya. Toh, hanya sebuah perbaikan biasa saja. Ada beberapa komponen satelit yang tak berfungsi, dan sudah menjadi kewajibanku untuk membenahinya sebelum ia benar-benar tak berguna.

Kau tau? Kabar bagusnya adalah, di sistem galaksi yang sesuatu berjalan begitu cepat ini, kau menyadari betapa waktu sebetulnya bukan hal yang patut dikhawatirkan. Ia bisa sangat manipulatif. Kuberitahu ya, seperti saat aku sedang berada bersamamu. Waktu yang terlampau manis yang kita lewati bersama itu memang menyenangkan. Sayang harus berakhir. Tapi, meski aku sempat menyesalinya selama hampir separuh hidupku, aku kini paham. Semenjak menginjakkan kaki ke satelit rusak beberapa saat lalu, aku mengingatmu.

Dalam setiap putaran obeng dan hitungan matematis yang kulakukan, yang terbayang adalah wajah manismu ketika menyiapkan sarapan setiap pagi. Kau cantik sekali saat itu, Rena. Bagaimana aku bisa lupa?

Aku sekarang mengerti bahwa, sebetulnya jiwa yang memiliki hubungan antarmanusia. Bukan jarak maupun waktu. Jiwa kita tidak memiliki dimensi, sayang. Aku begitu menguatkan keyakinan sejak tabung oksigen mulai mengempis dan aku harus segera pulang setelah misi selesai. Tetap saja, sunggingan senyummu yang membuatku bernapas biasa saja meski sempat tercekik di ruang hampa udara ini. Kau lah oksigenku yang sesungguhnya, Rena. Maafkan, bukannya aku mencoba merayu, namun, aku mengatakan yang sesungguhnya.

Rena sayang,
Kau tau bukan? Kalau di sini, waktu tidaklah terlalu penting. Semua berjalan begitu cepat, otakku memutar begitu lambat, dan wajahmu yang selalu kuingat. Aku merindukanmu, Rena. Aku saat ini paham, bahwa, cintaku padamu tidak terikat jarak dan waktu. Aku masih memiliki perasaan yang sama, seperti ketika pertama kali kita bertemu, lalu aku melingkarkan cincin di jari manismu, dan kau selalu menyiapkan sarapan pagi untukku, hingga pada akhirnya kau harus pergi.

Aku tak bisa menahanmu. Aku kini rela melepasmu, Rena sayang. Istirahatlah dengan tenang. Waktu tidak terlalu penting, Rena. Cepat atau lambat, aku pun demikian sepertimu.

Antah berantah, 20/03/2017
John Broedy

--a fictional story of Shei Layla

Minggu, 01 Juni 2014

Puisi Anna Untuk Sahabatku Yang Bertambah Usia




Selain yang pernah diajarkan ibuku tentang Iman dan Islam, aku mempercayai dua hal dalam hidup, bahwa kita tak pernah bisa memilih siapa yang akan menjadi keluarga dan sahabat. Keduanya adalah anugerah yang harus dijaga. Dalam hidupku yang penuh pendakian dan terjun bebas ini, keluarga dan sahabatlah komponen utama yang membuatku tetap waras. Salah satunya adalah kamu, Bobi. 

(Namanya sih Syahar Banu. Bobi adalah nama panggilan sewaktu kecil, dan bagiku, ia tetap adik kecil yang nggak pernah gede. Adik kesayangan).

Hal-hal yang aku ingat selain aku ini sangatlah egosentris, adalah, keberuntungan memiliki sahabat-sahabat penyayang. Salah satunya kamu, Bobi. Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu. Hampir empat tahun lamanya persahabatan kita, dan, waktu bersamamu sangatlah sedikit. Aku sangat menyesali itu. Tapi, kau adalah orang pertama yang akan kudatangi ketika aku sedih dan gelisah. Itulah, pohon beringinku. Terima kasih untuk selalu ada dan memberikan keteduhan di balik cerita-cerita hidupmu yang juga suram. Aku ingat bagaimana kau menceritakan tentang keluargamu yang menjadi korban orde baru. Ibumu yang berjuang hingga sekarang. Engkau pun begitu, dengan gerakan toleransi beragamamu yang kian hari kian mencekam. Negri ini memang begitu, sakit. Kalau kita tak pasang badan untuk itu, entah untuk apa lagi hidup ini diberi.

Sahabatku,
Aku mungkin bukan orang pertama yang ada di sampingmu ketika kau sedih. Tapi percayalah. Di sela-sela hariku, aku selalu mendoakan kebahagiaanmu, bersama siapapun itu. Dan tentu saja, aku juga mendoakan kedamaian untuk kita semua. 

Selamat bertambah umur, sahabatku.

Kau bilang kau suka puisi Anna....

Ini untukmu, dari Anna Akhmatova.

I pray to the ray from the window-pane –

 

It’s pale, thin, and straight.
All morning I was silent,
My heart – split in two.
The copper of my wash-basin
Is green with verdigris,
But sunlight plays there,
How joyously.
So simple it is, so innocent,
In evening quiet,
Yet in this bare shrine,
It’s a gold celebration,
A consolation, I find.

Sabtu, 17 Mei 2014

Future Leader Summit 2014: Materi Hak Anak

Dear teman-teman,
Seperti janjiku kemarin, ini adalah materi yang kubawakan hari ini di Future Leader Summit. Judulnya "Hak Untuk Generasi Penerus Yang Tak Terurus".  Bukan, bukan materinya yang berharga, tapi kesempatan berbincang dan memecahkan masalah dengan peserta dari 30-an provinsi di Indonesia itulah yang membuat sesi begitu berharga. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Semoga kita berjumpa lagi :)


Ingat,
Gerakan dimulai dengan diskusi, tapi harus dituntaskan dengan tindakan.
Ditunggu ya kontribusinya untuk bangsa, wahai #YouthContribute.
Mari bergerak dan menggerakkan, seperti teman-teman Save Street Child di Seluruh Indonesia.

Sampai jumpa lagi :)

 Bersama peserta dari Room HAM, Future Leader Summit 2014 (doc.panitia)


Jumat, 02 Mei 2014

Bagaimana Cara Mengunggah Foto Anak?

Courtesy of http://styledstagedsold.blogs.realtor.org/ 

Sebagai orang tua, pasti normal kalau ingin mendokumentasikan fase perkembangan anak-anaknya. Ibu saya pun begitu. Bedanya adalah, ibu saya memiliki album foto sebesar A3 dan terletak di lemari kaca berkunci, sehingga, siapapun yang ingin melihatnya harus meminta izinnya dulu. Tapi sekarang? Para ibu-ibu sudah bisa bebas mendokumentasikan foto anak-anak mereka ke media sosial seperti facebook, twitter, path, pinterest, dan lain sebagainya. Lalu saya penasaran, apa mereka nggak was-was, yah? Gimana kalau foto anak mereka disalahgunakan? Rasa penasaran saya ini muncul (dengan kuatnya) setelah santer kasus pedofilia di internet dewasa ini. Tak berhenti disitu, rasa penasaran saya berikutnya adalah “Lah? Memangnya salah ya? Mengunggah foto anak ke internet?

Dan, akhirnya, setelah saya baca-baca artikel di parents.com, saya menemukan tips-tips berikut ini:

Kenali Setting Keamanan Sosial Media Anda
Punya sosial media, tentu kudu paham bagaimana media tersebut bekerja. Mintalah bantuan teman anda untuk mengajari bagaimana mengeset “privacy setting" atau setting keamanan supaya bisa dilihat “hanya oleh teman anda”, atau mungkin hanya bisa dilihat oleh orang tertentu, termasuk “hanya oleh anda sendiri”.
Misal di facebook, setelah klik “unggah foto”, aturlah siapa yang bisa melihat foto tersebut.

Foto 1: Cara Mengeset Setting Keamanan

Menurut Common Sense Media, organisasi yang menyediakan informasi dan pendidikan tentang anak dan media, tidak masalah jika anda ingin mengunggah foto anak. Asalkan, foto tersebut hanya bisa dilihat oleh orang-orang lingkaran terdekat (nah kan, atur privace setting anda ya!)

Gunakan Penanda Foto (Watermark)
Watermark adalah penanda foto. Gunanya untuk klaim foto tersebut milik anda dan tidak bisa disalahgunakan oleh pihak lain.

Dewasa ini, sangat mudah memberi penanda foto, silakan unduh aplikasi di playstore untuk Photo Grid,  Pics Art atau semacamnya di ponsel untuk mengedit foto anda. Jika anda mengunggah pada PC, anda bisa kunjungi Fotor.com untuk mengedit foto kesayangan anda.

Saya bekerja di sebuah perusahaan CSR, dan saya sering mengunggah foto menggunakan penanda fotoseperti ini, anda pun sudah harus mencobanya!

Foto 2: Contoh foto dengan watermark

Perkecil Resolusi
Resolusi mempengaruhi kualitas foto. Semakin kecil resolusi, semakin kecil pula resiko foto anak anda disalahgunakan untuk keperluan marketing (kadang-kadang ada agency nakal yang suka comot foto di internet). Belum lagi, ancaman foto anak anda dicetak dan diperbesar lalu dipajang di kamar predator sebagai objek kepuasan seksual. Mengerikan, kan?

Matikan Geo-Tag atau Pencari Lokasi di Ponsel Anda
Pamer lokasi memang hal yang sangat penting demi eksistensi (saya juga melakukannya). Tapi, jika foto yang akan diunggah adalah foto anak, maka, sebaiknya fitur geo-tag atau pencari lokasi di ponsel anda dimatikan saja. Tidak hanya membahayakan sebagai target stalking, namun, hal ini juga memicu kemarahan orang tua lain jika dalam foto tersebut terdapat foto anak mereka. Keamanan dan privasi mereka bisa saja terancam. Mulai bijak ya menggunakan fitur-fitur ponsel andalan.

Hindari Ekspos Wajah Anak & Alat Vitalnya
Seganteng atau Secantik apapun anak anda, mereka tentu akan terpapar ancaman yang sangat tinggi jika overekspos (bahkan, anda sendiri juga bisa mengalaminya). Bisa jadi, para predator berhasrat pada mereka, atau para penculik jadi berkeinginan untuk menjual mereka. Bukankah itu adalah bahaya yang mubazir energi? Memang terlihat berlebihan, tapi jangan sampai kita jadi tidak antisipasi terhadap hal ini. Orang kadang lebih suka menyesal daripada mewanti-wanti diri. Bukankah kita tak mau kalau kebanggaan sedetik tersebut bisa merusak masa depan anak selamanya, kan? Saran saya, sebaiknya ambil jarak foto anak dengan jarak sedang atau jauh, lalu hindari foto-foto close-up dan tentu saja foto-foto telanjang anak. Memang sih, foto bayi yang baru mandi itu lucu, tapi apakah kelucuan itu ditangkap sefrekeunsi oleh predator anak? Lalu, plis deh ya….nggak perlu juga foto penis anak yang baru disunat (akhir-akhir ini saya melihat ada yang posting foto penis anaknya yang menjijikkan). Dear mom and dad, please be wise :)

Semoga bermanfaat tips-tips di atas.

Silakan disebarkan jika perlu.

Salam sayang,
Shei.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More