Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Selasa, 09 September 2014

Mojokerto, Jawa Timur di #JadwalKelanaShei


Halo teman-teman!
Ini adalah posting pertama yang mengawali #JadwalKelanaShei, dimulai pada
kota pertama yakni Mojokerto. Ada yang tau ini di mana? Coba cek:

Gambar 1: Peta Mojokerto, Jawa Timur (Sumber: Google Maps)

Kota Mojokerto terletak 50 KM di barat daya Surabaya. Mojokerto termasuk kota terkecil di Jawa Timur, luasnya hanya 16,46 km2. Namun, kota Mojokerto ini dikelilingi oleh kabupaten yang cukup besar, dengan 18 kecamatan seluas 692,15 km2.

Tujuan saya ke sana sebenarnya dalam rangka ikut nimbrung di perayaan ulang tahun pertama Save Street Child Mojokerto. Gerakan Save Street Child yang ada di Kota Mojokerto ini sedang lucu-lucunya di usia pertama mereka.

Kembali lagi ke pembahasan tentang Mojokerto, ada beberapa tourist attraction yang wajib dikunjungi, apa sajakah?


1) Alun- alun kota:
Menjadi keniscayaan kalau mampir ke sebuah kota kecil, langsung cari alun-alun. Para pengelana (biasa disebut backpacker) memegang prinsip ini untuk menjelajah kota sejak awal. Alun-alun merupakan jantung kota tersebut, tentu saja, fasilitas di sekitarnya pun memadai untuk turis. Entah sekedar mengaso, solat, cari makanan layak, maupun numpang nge-charge piranti elektronik di beberapa bangunan publik yang menyediakan colokan listrik.

Kalau kapan-kapan mampir ke Mojokerto, jangan kaget kalau pedagan kaki lima dipindahkan ke Jalan Benteng Pancasila yang tak jauh dari kediaman walikota Mojokerto. Meski begitu, masih ada pedagang kecil-kecil yang masih nekat berjualan di sekitar alun-alun, terutama di akhir pekan.


Gambar 2: Alun- alun Kota Mojokerto

2) Situs Peribadatan Bersejarah:
Ada tiga situs peribadatan bersejarah yang layak dikunjungi, yakni Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat, Masjid Agung Al-Fattah dan Klenteng Hok Siang Kiong. Gereja dan Masjid didirikan pada masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1878-an, sedangkan Klenteng dibangun sekitar tahun 1895.

Gambar 3: Gereja, Masjid Agung dan Klenteng 

3) Pemandian Air Panas Pacet:
Pacet yang berhawa sejuk ini dihangatkan dengan hadirnya pemandian air panas yang cukup terkenal di sekitar Mojokerto: Padusan Air Panas Pacet. Sebetulnya, padusan ini sudah masuk ke kabupaten Mojokerto, bukan lagi di sekitar kotanya. Namun, patut dicoba! Jaraknya hanya 30 KM (lumayan yaaa). Pemandian ini termasuk salah satu dari beberapa objek wisata di Wana Wisata Pacet. Air panas yang mengandung belerang di Padusan Air Panas Pacet ini digemari turis-turis baik dalam kota maupun luar kota.

Gambar 4: Padusan Air Panas Pacet

4) Situs Trowulan:
Kalau kamu suka sejarah indonesia, pasti tau kalau Indonesia dulu punya Mighty Ruler bernama Kerajaan Majapahit. Kerajaan legendaris yang sangat berkuasa ini memiliki peninggalan di Mojokerto, bernama Trowulan. Gosip-gosipnya sih, Trowulan ini dulu ibukotanya Majapahit. Untuk mengetahui lebih lengkap informasi tentang Trowulan, silakan baca-baca di sini.


Gambar 5: Situs Trowulan

5)  Top 3 World's Largest Sleeping Buddha
Siapa sangka, kota kecil seperti Mojokerto punya patung Buddha tidur yang masuk dalam Top 3 World's Largest Sleeping Buddha? Patung Buddha tidur berukuran 22 m x 6 m x 4,5 m itu memiliki kepopuleran yang bersandingan dengan patung Buddha tidur lain di Thailand dan Nepal. Letak Patung tidur Budha ini ada di Vihara Majapahit, Jl. Candi Brahu Gang I, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Di Indonesia sendiri, ada 2 Patung Budha tidur lainnya, selain di Mojokerto, yakni di Vihara Dhammadipa Arama, Malang dan Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, Semarang.

Gambar 6: Sleeping Budha Statue, Mojokerto

Kota boleh kecil, tapi potensi wisata kudu besar.
Gimana?
Tertarik untuk berkelana kemari?

(Shei/2014)

Ask Me Anything:
sheilayla@yahoo.co.uk

Senin, 08 September 2014

#JadwalKelanaShei, Apakah?


Beberapa minggu terakhir, kehidupan offline saya begitu membahagiakan. Betapa tidak, dalam kurun waktu 15 hari, saya bisa menjelajahi 3 negara sekaligus. Tidak terhitung ada berapa kota yang saya singgahi, sekedar untuk check-in di path, foto-foto, maupun benar-benar bergumul dengan penduduk lokal dan menikmati keindahan alam serta keajaiban setiap detik hirupan udara di sekitar.

Keputusan saya untuk meninggalkan Ibukota dan memulai kehidupan baru di kampung halaman, Surabaya, sungguh tidak disesalkan.

Dari kehidupan baru tersebut, lahir berbagai pengalaman baru, termasuk kesempatan untuk mengarungi bab-baru yang sedang berjalan. Sungguh menyenangkan! Bagian ini akan saya ceritakan nanti jika saatnya tiba. Kali ini, saya akan cerita tentang #JadwalKelanaShei.

Jadwal ini tidak sengaja saya bikin, setelah melihat jadwal padat kelayapan dalam kurun waktu 15 hari non-stop! Melelahkan? Pasti. Tapi juga sangat ajaib! Betapa tidak, Tuhan dan semesta mengatur perjalanan menjadi berkah, baik dari segi pembiayaan yang kebanyakan dibantu teman dengan sukarela, dan lancarnya plesir tanpa mara-bahaya. Sungguh sangat bersyukur, bisa mendapat pengalaman berharga seperti itu.

Silakan dibaca di posting terpisah kisah #JadwalKelanaShei pada laman berikut:
*coming soon*


Doakan bisa berkelana di Iceland, ya, teman-teman. Supaya saya bisa menulis tentang Aurora Borealis dan dinginnya es di sana :D

See you on the next trip!
Love, Shei

Minggu, 31 Agustus 2014

Disclaimer Posting Yayasan Ponpes Mambaul Hidayah

Halo teman-teman
*bersihin sarang laba-laba di blog*
Lama banget yaa nggak update blog, ini karena kehidupan offline lebih menyenangkan ketimbang online-online. Saya menghabiskan waktu untuk berkelana selama hampir 15 hari ini ke lebih dari 5 kota dan 2 negara yang berbeda. Jadi, maafkan respon yang sangat lambat ini.

Disclaimer aja,
Setelah beberapa hari ini ramai dibicarakan, mengenai transparansi Yayasan Ponpes Mambaul Hidayah dalam blogpost saya ini http://sheilayla.blogspot.com/2013/07/yayasan-ponpes-mambaul-hidayah-butuh.html, seperti yang disebutkan dalam blogpost pengelolanya di sini: http://dimasafkar.tumblr.com/.

Tugas saya sejak awal hanya menyampaikan informasi, terutama yang berhubungan dengan Crowd-funding, tidak ada unsur lain. Saya pun selalu mencantumkan langsung sumber rekening tujuan donasi, tidak melalui akun rekening saya, cyiiin.... Jadi begitulah, tugas saya hanya sebagai penyampai informasi, dan sepertinya, tugas itu telah selesai.

Saya juga memverifikasi setiap informasi mengenai crowd-funding ini melalui relawan lokal terdekat dengan tujuan donasi. Dalam hal ini, saya dibantu beberapa teman, namun, semakin hari, banyak masyarakat yang sangsi akan kredibilitas yayasan ini. Saran saya, lebih baik langsung menginvestigasi ke lokasi dan membuktikan tuduhan-tuduhan tersebut lalu segera diproses secara hukum, kalau memang serius. Kalau tidak, lebih baik tak usah sok tau, karena akan semakin meresahkan. Marilah saling tolong menolong dalam kebaikan, bukan sebaliknya. Negara ini masih berlandaskan hukum, kok. Jadi, mari taat azas :)

Untuk keterangan mengenai penggunaan dana, kredibilitas yayasan, dan informasi lain, dapat menghubungi langsung pengurus yayasan di: Jalan Umbul sari Gang 1 No.3, Paleran- Umbulsari, Jember. Nomor telepon 0331- 7854560. 

Demikian dan,
Saya akan melanjutkan kembali #JadwalKelanaShei, menuju Islandiaaaaaaaa~

Salam sayang,


Shei Latiefah
sheilayla@yahoo.co.uk


Senin, 30 Juni 2014

Hijab Ini Tanda Aku Mencintaimu, Allah



Hari ini adalah hari istimewa, untuk menunjukkan bahwa, aku adalah orang yang bersyukur.

Dilahirkan di keluarga yang (InsyaAllah) relijius, dan kakek-nenek yang menjadi ulama lokal di Jombang, aku termasuk anak yang sangat beruntung! Belajar agama sudah dimulai sejak kecil, berbuat baik, menjadi orang yang selau murah hati, ringan tangan, untuk menolong, diajarkan sejak usia dini. Terima kasih pada Ayah, Ibu dan keluarga serta teman-teman yang selalu menginspirasi dan mengingatkan. Hal-hal itulah yang membuat hari-hariku selalu ceria (sedih dan marahnya disimpan aja, nggak usah ditunjukkin). Selama ini, Allah menyayangiku, lewat keluarga, teman, semesta yang mempermudah hidupku untuk selalu dijalani dengan semangat.

Aku sudah pernah berhijab, tepatnya 1-2 tahun waktu SMA. Hijab yang menurutku seru, aku iseng ikutan teman. Lalu, karena pindah ke Jakarta, aku lepas. Aku gerah. Aku malas. Dan aku mulai bereksperimen dengan beraneka macam pakaian yang terlihat sangat bagus, karena aku kurus (baru-baru ini).

Lalu, mengapa aku berhijab?
Tentu saja, aku sudah dengar kutipan ayat, nasihat-nasihat, hingga omelan keluarga. Waktu aku lepas jilbab, dunia serasa neraka. Jangan dikira mudah, melepas jilbab tantangan berat, aku sampai pernah disidang di rektorat karena itu! Yang pada akhirnya bikin aku sebal, dan mantap untuk tidak berhijab sebagai simbol perlawanan. Wong, hak pribadi kok di-oyok-oyok, pikirku waktu itu.

Lalu, mengapa aku berhijab?
Cuma aku dan Allah yang tau. Kami bercakap dalam sunyi, dan melewati hati. Aku tak perlu cerita. Tapi, aku nyaman dengan hijabku kali ini. Aku bersyukur. Aku dicintai. Untuk itu, hari ini, aku menunjukkan kalau aku mencintaiNya kembali. Allah Maha Baik.


Bismillah.
Semoga istiqomah :)


Djakarta, 1 Juli 2014

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More