Menerima Penghargaan Tupperware She can Award 2013

Tupperware SheCAN! Award 2013, penghargaan untuk 89 orang yang menginspirasi Indonesia dengan karya-karya sosial mereka

Menerima Penghargaan Indi Women Award 2013

21 Perempuan Inspiratif Menerima pengharagaan "Indi Women Award" dari PT. Telkom Indonesia, dihadiri oleh Ibu Linda Gumelar, Menteri Peranan Wanita. Bagian saya, Socio Activist untuk Save Street Child

Crowd Funding Projects

Kita bisa keroyok project-project sosial ini bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik. Gabung sekarang! ^^

Bersama Sarah Sechan dan Keluarga Save Street Child

Talk Show di NET TV bersama Sarah Sechan. Adik-adik ternyata sudah berbakat sebelum ditraining jadi host TV!

Kumpulan Puisi

Kumpulan puisi-puisi karya sendiri atau saduran dapat dibaca disini

Senin, 08 September 2014

#JadwalKelanaShei, Apakah?


Beberapa minggu terakhir, kehidupan offline saya begitu membahagiakan. Betapa tidak, dalam kurun waktu 15 hari, saya bisa menjelajahi 3 negara sekaligus. Tidak terhitung ada berapa kota yang saya singgahi, sekedar untuk check-in di path, foto-foto, maupun benar-benar bergumul dengan penduduk lokal dan menikmati keindahan alam serta keajaiban setiap detik hirupan udara di sekitar.

Keputusan saya untuk meninggalkan Ibukota dan memulai kehidupan baru di kampung halaman, Surabaya, sungguh tidak disesalkan.

Dari kehidupan baru tersebut, lahir berbagai pengalaman baru, termasuk kesempatan untuk mengarungi bab-baru yang sedang berjalan. Sungguh menyenangkan! Bagian ini akan saya ceritakan nanti jika saatnya tiba. Kali ini, saya akan cerita tentang #JadwalKelanaShei.

Jadwal ini tidak sengaja saya bikin, setelah melihat jadwal padat kelayapan dalam kurun waktu 15 hari non-stop! Melelahkan? Pasti. Tapi juga sangat ajaib! Betapa tidak, Tuhan dan semesta mengatur perjalanan menjadi berkah, baik dari segi pembiayaan yang kebanyakan dibantu teman dengan sukarela, dan lancarnya plesir tanpa mara-bahaya. Sungguh sangat bersyukur, bisa mendapat pengalaman berharga seperti itu.

Silakan dibaca di posting terpisah kisah #JadwalKelanaShei pada laman berikut:
*coming soon*


Doakan bisa berkelana di Iceland, ya, teman-teman. Supaya saya bisa menulis tentang Aurora Borealis dan dinginnya es di sana :D

See you on the next trip!
Love, Shei

Minggu, 31 Agustus 2014

Disclaimer Posting Yayasan Ponpes Mambaul Hidayah

Halo teman-teman
*bersihin sarang laba-laba di blog*
Lama banget yaa nggak update blog, ini karena kehidupan offline lebih menyenangkan ketimbang online-online. Saya menghabiskan waktu untuk berkelana selama hampir 15 hari ini ke lebih dari 5 kota dan 2 negara yang berbeda. Jadi, maafkan respon yang sangat lambat ini.

Disclaimer aja,
Setelah beberapa hari ini ramai dibicarakan, mengenai transparansi Yayasan Ponpes Mambaul Hidayah dalam blogpost saya ini http://sheilayla.blogspot.com/2013/07/yayasan-ponpes-mambaul-hidayah-butuh.html, seperti yang disebutkan dalam blogpost pengelolanya di sini: http://dimasafkar.tumblr.com/.

Tugas saya sejak awal hanya menyampaikan informasi, terutama yang berhubungan dengan Crowd-funding, tidak ada unsur lain. Saya pun selalu mencantumkan langsung sumber rekening tujuan donasi, tidak melalui akun rekening saya, cyiiin.... Jadi begitulah, tugas saya hanya sebagai penyampai informasi, dan sepertinya, tugas itu telah selesai.

Saya juga memverifikasi setiap informasi mengenai crowd-funding ini melalui relawan lokal terdekat dengan tujuan donasi. Dalam hal ini, saya dibantu beberapa teman, namun, semakin hari, banyak masyarakat yang sangsi akan kredibilitas yayasan ini. Saran saya, lebih baik langsung menginvestigasi ke lokasi dan membuktikan tuduhan-tuduhan tersebut lalu segera diproses secara hukum, kalau memang serius. Kalau tidak, lebih baik tak usah sok tau, karena akan semakin meresahkan. Marilah saling tolong menolong dalam kebaikan, bukan sebaliknya. Negara ini masih berlandaskan hukum, kok. Jadi, mari taat azas :)

Untuk keterangan mengenai penggunaan dana, kredibilitas yayasan, dan informasi lain, dapat menghubungi langsung pengurus yayasan di: Jalan Umbul sari Gang 1 No.3, Paleran- Umbulsari, Jember. Nomor telepon 0331- 7854560. 

Demikian dan,
Saya akan melanjutkan kembali #JadwalKelanaShei, menuju Islandiaaaaaaaa~

Salam sayang,


Shei Latiefah
sheilayla@yahoo.co.uk


Senin, 30 Juni 2014

Hijab Ini Tanda Aku Mencintaimu, Allah



Hari ini adalah hari istimewa, untuk menunjukkan bahwa, aku adalah orang yang bersyukur.

Dilahirkan di keluarga yang (InsyaAllah) relijius, dan kakek-nenek yang menjadi ulama lokal di Jombang, aku termasuk anak yang sangat beruntung! Belajar agama sudah dimulai sejak kecil, berbuat baik, menjadi orang yang selau murah hati, ringan tangan, untuk menolong, diajarkan sejak usia dini. Terima kasih pada Ayah, Ibu dan keluarga serta teman-teman yang selalu menginspirasi dan mengingatkan. Hal-hal itulah yang membuat hari-hariku selalu ceria (sedih dan marahnya disimpan aja, nggak usah ditunjukkin). Selama ini, Allah menyayangiku, lewat keluarga, teman, semesta yang mempermudah hidupku untuk selalu dijalani dengan semangat.

Aku sudah pernah berhijab, tepatnya 1-2 tahun waktu SMA. Hijab yang menurutku seru, aku iseng ikutan teman. Lalu, karena pindah ke Jakarta, aku lepas. Aku gerah. Aku malas. Dan aku mulai bereksperimen dengan beraneka macam pakaian yang terlihat sangat bagus, karena aku kurus (baru-baru ini).

Lalu, mengapa aku berhijab?
Tentu saja, aku sudah dengar kutipan ayat, nasihat-nasihat, hingga omelan keluarga. Waktu aku lepas jilbab, dunia serasa neraka. Jangan dikira mudah, melepas jilbab tantangan berat, aku sampai pernah disidang di rektorat karena itu! Yang pada akhirnya bikin aku sebal, dan mantap untuk tidak berhijab sebagai simbol perlawanan. Wong, hak pribadi kok di-oyok-oyok, pikirku waktu itu.

Lalu, mengapa aku berhijab?
Cuma aku dan Allah yang tau. Kami bercakap dalam sunyi, dan melewati hati. Aku tak perlu cerita. Tapi, aku nyaman dengan hijabku kali ini. Aku bersyukur. Aku dicintai. Untuk itu, hari ini, aku menunjukkan kalau aku mencintaiNya kembali. Allah Maha Baik.


Bismillah.
Semoga istiqomah :)


Djakarta, 1 Juli 2014

Rabu, 25 Juni 2014

13 Jurus Antisipasi Pedofil


(picture taken from here)

Memiliki anak memang anugerah tersendiri. Tapi, ini juga menjadi alarm para orang tua untuk selalu waspada. Pelecehan terhadap anak kian meningkat, Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan bahwa jumlah kasus kekerasan seksual pada anak meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada tahun 2012 jumlahnya 124 kasus, tahun 2013 mencapai 1,937 kasus. Untuk tahun 2014, sudah mencapai 200 kasus dengan jumlah korban hampir hampir 300 anak (baca berita ini)

Apakah anak anda aman?

Jawabannya mungkin, belum tentu. Iya. Jurus antisipasi harus selalu di-upgrade seiring makin canggihnya modus kasus kejahatan terhadap anak. Salah satu yang menjadi fokus keprihatinan saya adalah tentang “kejahatan seksual”, dan sebagai antisipasi, para orang tua seharusnya memang mengajarkan 13 Jurus Antisipasi Pedofil berikut ini pada anak:

1. Ingatkan anak anda (terutama perempuan) untuk TIDAK DUDUK DIPANGKU oleh siapapun, bahkan oleh paman sendiri.

2. Hindari berganti pakaian/ telanjang dihadapan anak-anak sejak usia mereka baru 2 tahun. Bergantilah di ruang privat. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak, hindari memandikan mereka/ mengganti pakaian di tempat umum.

3. Jangan pernah perbolehkan siapapun memanggil anak anda dengan sebutan “istriku” atau “suamiku”

4. Jika anak anda bermain dengan teman-temannya, selalu perhatikan apa yang mereka mainkan. Anak-anak sekarang pun bisa menjadi pelaku perkosaan (baca berita ini)

5. Jangan pernah memaksa anak untuk mengunjungi orang dewasa yang mereka tak sukai (kemungkinan ada hal tertentu yang buat mereka tak nyaman). Observasi, ajak anak bicara dan lakukan aksi yang perlu.

6. Curigai jika anak anda terlalu lengket dengan orang tertentu. Masih, observasi, ajak anak bicara dan lakukan aksi yang perlu.

7. Lakukan edukasi untuk anak anda tentang seksualitas. Jika tidak, maka, masyarakat yang akan berikan edukasi delusional dan nilai-nilai yang salah.

8. Selalu lakukan inspeksi terlebih dahulu terhadap bacaan/ tontonan baru anak-anak anda.

9. Yakinkan bahwa “Mode Panduan Orang Tua” selalu aktif di TV kabel/ internet anda, dan pastikan di lingkungan terdekat yang biasa anak-anak kunjungi juga.

10. Ajari anak usia 3 tahun untuk melakukan sendiri aktivitas “cebok” dan “mandi”. Beritahu mereka untuk tidak membiarkan orang dewasa lain melakukannya (bahkan anda sendiri).

11. Blacklist beberapa hal yang dapat membahayakan kejiwaan anak anda seperti musik, film, bahkan teman-teman/ keluarga yang suka membully.

12. Ajari anak untuk mengerti bahwa, sesekali mereka harus keluar dari mainstream, jika memang nilai-nilai mereka terganggu.

13. Jika anak anda mulai komplain terhadap perlakuan seseorang, lakukan aksi dan tunjukkan bahwa anda adalah orang tua yang dapat dipercaya dan diandalkan.

Silakan diteruskan ke para orang tua lainnya ya jika informasinya dirasa perlu. 
Have a nice day =)

Disadur dari: berbagai sumber

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More